Terkena Proyek KA Cepat, Ratusan Rumah Ini Diratakan

Rabu, 06 September 2017 - 13:43 WIB
Terkena Proyek KA Cepat,...
Terkena Proyek KA Cepat, Ratusan Rumah Ini Diratakan
A A A
BANDUNG BARAT - PT KAI Daop 2 Bandung kembali membongkar bangunan yang akan dipakai untuk trase KA Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (6/9/2017) pagi. Kali ini pembongkaran dilakukan di Kampung Bantar Gedang, RT 02/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Salah seorang warga yang rumahnya terkena proyek ini Pepen Apendi (73), mengatakan, sudah mendapatkan pemberitahuan akan adanya pembongkaran ini. Untuk itu dirinya sudah melakukan persiapan dengan memindahkan barang-barang dan perabotan rumah tangga miliknya ke rumah anaknya yang lokasinya tidak berjauhan.

"Pemberitahuan sudah ada dan karena ini program pemerintah saya mendukung saja," ucapnya yang sudah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 1958.

Rumah seluas 112 meter persegi miliknya di tempati oleh tiga keluarga. Dari pembongkaran ini dirinya mendapatkan kompensasi Rp250.000/meter atau total mendapatkan uang Rp29 juta.

Uang itu akan dipakai untuk merenovasi rumah yang akan ditempati beserta anak-anaknya. "Memang ini lahan PT KAI jadi kalaupun saya terusir dari sini tidak apa-apa," tandas pria yang sempat bekerja di PT KAI tahun 1968 ini.

Terpisah Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus menyebutkan pembongkaran rumah kali ini dilakukan di KM 140 + 680 sampai dengan KM 141 + 700 yang masuk ke Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, KBB. "Pembongkaran ini dilakukan ke-159 kepala keluarga yang bangunannya ditertibkan dengan aset seluas 18.021,39 meter persegi," sebutnya.

Menurutnya, proses pembongkaran juga dibantu aparat kepolisian, TNI, dan unsur pemerintahan daerah. Proses pembongkaran berjalan lancar karena ada sebagian warga yang telah membongkar sendiri bangunan rumahnya.

Itu dikarenakan pihaknya sudah jauh-jauh hari melaksanakan sosialisasi kepada warga. "Kami juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengambil bagian-bagian bangunan yang masih bisa dimanfaatkan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
Aksi Unjuk Rasa Tolak...
Aksi Unjuk Rasa Tolak Penggusuran di Balaikota Jakarta
Syahar Bangunkan Rumah...
Syahar Bangunkan Rumah untuk Warga Sidrap yang Digusur
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Bangunan Taman Kanak-kanak...
Bangunan Taman Kanak-kanak dan Ponpes di Malang Terancam Digusur
Penampakan Bentrok di...
Penampakan Bentrok di Batam saat Penggusuran Lahan
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
2 jam yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
3 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
3 jam yang lalu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
3 jam yang lalu
Infografis
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved