Besok, Ribuan Sopir Taksi Bakal Kepung Kantor Gubernur Jateng

Rabu, 06 September 2017 - 09:07 WIB
Besok, Ribuan Sopir...
Besok, Ribuan Sopir Taksi Bakal Kepung Kantor Gubernur Jateng
A A A
SEMARANG - Ribuan sopir taksi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taksi Jawa Tengah bakal menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (7/9/2017) besok.

Sedikitnya 1.200 orang dengan mengerahkan lebih dari ratusan armada taksi bakal 'memarkir' di kompleks Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan Semarang.

Kedatangan mereka untuk berunjuk rasa menolak putusan MA mencabut Permenhub 26 tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

"Kami melakukan unjuk rasa atas dasar semenjak kehadiran angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek atau yang disebut angkutan sewa khusus yang menggunakan aplikasi on line (kendaraan plat hitam atau taksi gelap) di Jawa Tengah telah menimbulkan berbagai masalah," kata Penanggung Jawab Paguyuban Pengemudi Taksi Kota Semarang (PPTKS) Suhardi dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Rabu (6/9/2017).

"Bahkan itu terjadi setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM-26-Tahun 2017, ada 14 pasal yang dicabut oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia No 37 P/HUM/2017," jelasnya.

Dengan alasan tersebut, Forum Komunikasi Taksi Jawa tengah menyatakan menolak putusan Mahkamah Agung dan akan menyampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah dalam aksi unjuk rasa Kamis besok.

Sementara, Barisan Anti Angkutan Ilegal (Bantai) Solo Raya berencana mengirim 700 sopir taksi konvensional bergabung mengikuti aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Jateng.

Ketua Bantai Solo Raya, Pramono menyebutkan ada 9 operator di Solo, dengan setiap operator mengirimkan 4 taksi dan setiap taksi ada 5 orang. "Cuma mereka semua ingin ikut, data terakhir, 700 orang yang akan datang," sebutnya.

Dalam unjuk rasa tersebut, pihaknya ingin bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pramono untuk membahas tentang keberadaan taksi ilegal berplat hitam tersebut.

"Kami inginnya segera turun keputusan Gubernur tentang keberadaan taksi-taksi ilegal itu. Jadi perlu diluruskan bahwa yang kita tolak itu bukan aplikasinya, tetapi jelas, taksi plat hitam yang kami tolak," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Gojek Tutup Layanan...
Gojek Tutup Layanan GoLife dan GoFood Festival
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Dishub Sulsel Diminta...
Dishub Sulsel Diminta Libatkan Masyarakat Sesuaikan Tarif Angkutan Online
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Berita Terkini
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
4 menit yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
12 menit yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
51 menit yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
1 jam yang lalu
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
1 jam yang lalu
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
2 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved