Jurnalis Kobar Gelar Aksi Protes Sikap Arogan Kapolres Waykanan
Selasa, 29 Agustus 2017 - 17:41 WIB
Jurnalis Kobar Gelar Aksi Protes Sikap Arogan Kapolres Waykanan
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Para jurnalis media cetak dan elektronik bertugas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar aksi protes terhadap sikap arogan Kapolres Waykanan, Lampung AKBP Budi Asrul Kurniawan yang menghina profesi wartawan dengan umpatan kotor. Para jurnalis menggelar demo damai dan berorasi di Bundaran Pancasila Pangkalan Bun, Selasa (29/8/2017) sore.
"Negara kita adalah negara demokrasi dan polisi sebagai aparat pengawal demokrasi. Jika polisi berbuat melawan hukum dalam bentuk intimidasi verbal kepada wartawan, bagaimana jadinya ke depan," ujar wartawam Kompas.com, Budi Baskoro Nugroho.
Sementara itu, wartawan lainnya, Koko Sulistyo mengatakan, kejadian di Waykanan yang dilakukan oknum kapolres merupakan bentuk nyata masih adanya upaya upaya pembungkaman kepada wartawan terkait tugasnya mencari informasi untuk masyarakat luas. "Dalam rekaman suara tersebut terdengar ada larangan pengambilan video oleh oknum kapolres tersebut. Padahal itu di ruang publik yang seharusnya wartawan bisa mengambil video apa pun," terangnya.
Dia mendesak Kapolri dan Kapolda Lampung menindak tegas oknum kapolres tersebut sesuai aturan yang berlaku. "Sehingga ke depan tak terulang lagi kejadian serupa," tegasnya.
Dalam aksi ini puluhan aparat dari Polres Kobar tampak berjaga di sekitar Bundaran Pancasila. Aksi yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB berjalan damai dan lancar.
"Negara kita adalah negara demokrasi dan polisi sebagai aparat pengawal demokrasi. Jika polisi berbuat melawan hukum dalam bentuk intimidasi verbal kepada wartawan, bagaimana jadinya ke depan," ujar wartawam Kompas.com, Budi Baskoro Nugroho.
Sementara itu, wartawan lainnya, Koko Sulistyo mengatakan, kejadian di Waykanan yang dilakukan oknum kapolres merupakan bentuk nyata masih adanya upaya upaya pembungkaman kepada wartawan terkait tugasnya mencari informasi untuk masyarakat luas. "Dalam rekaman suara tersebut terdengar ada larangan pengambilan video oleh oknum kapolres tersebut. Padahal itu di ruang publik yang seharusnya wartawan bisa mengambil video apa pun," terangnya.
Dia mendesak Kapolri dan Kapolda Lampung menindak tegas oknum kapolres tersebut sesuai aturan yang berlaku. "Sehingga ke depan tak terulang lagi kejadian serupa," tegasnya.
Dalam aksi ini puluhan aparat dari Polres Kobar tampak berjaga di sekitar Bundaran Pancasila. Aksi yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB berjalan damai dan lancar.
(wib)