Dikabarkan Makan Nasi Aking, Keluarga Aswadi Dibangunkan Rumah

Senin, 28 Agustus 2017 - 19:36 WIB
Dikabarkan Makan Nasi...
Dikabarkan Makan Nasi Aking, Keluarga Aswadi Dibangunkan Rumah
A A A
KUNINGAN - Kabar tentang Kakek Aswadi (75) dan keluarganya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan yang mengaku makan nasi aking selama lima tahun mendapat perhatian dari Bupati Kuningan H Acep Purnama. Pada Kamis lalu, begitu kabar keluarga Aswadi merebak dia langsung mengunjungi Aswadi untuk meninjau langsung keadaannya.

Menurut Acep, cerita tentang warganya yang memakan nasi aking itu tidak sepenuhnya benar. Lantaran pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan beberapa bantuan kepada Aswadi.

"Pada tahun 2000 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa di atas tanah hak milik sendiri. Namun pada tahun 2010 dijual dan dibelikan tanah lagi yang lebih murah," katanya, Senin (28/08/2017).

Kemudian, lanjut Acep, pada tahun 2010 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa. Namun pada pertengahan tahun 2013 Aswadi sering sakit akibat debu obongan bata.

Dia sampai buta mata dan tidak bisa bekerja lagi, lalu dipindahkan oleh desa dan dibuatkan rumah di atas tanah desa dengan modal bantuan swadaya masyarakat. Dan pada tahun 2014 keluarga Aswadi kembali mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi berupa bantuan program listrik.

"Jadi tidak benar jika pemerintah membiarkan warga dalam situasi kemiskinan. Karena selama ini kami selalu berupaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Aswadi dan Keluarga," papar Acep.

Saat Acep mengunjungi rumah keluarga Aswadi, dia merasa terenyuh melihat keadaan rumahnya yang tak layak huni. "Saat itu juga saya saya putuskan untuk membangunkan keluarga Aswadi rumah permanen tipe 36," lanjutnya.

Tak menunggu lama, keesokan harinya pembangunan rumah Aswadi dimulai di atas tanah desa. Pembangunan rumah itu terlaksana atan bantuan Bupati Kuningan dan para donatur.

Sementara itu, terkait dengan kabar keluarga Aswadi yang makan nasi Aking Acep mengatakan bahwa hal itu tidak berdasar. Pada kenyataannya keluarga itu selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa serta dari tetangga-tetangga sekitar rumah.

Karena keluarga Aswadi merasa sayang, nasi sisanya tidak dibuang, tapi mereka jemur untuk dijadikan rengginang. "Budaya kita kan menghargai makanan. Kalau ada nasi sisa kita jemur untuk jadi panganan lainnya," pungkas Acep.
(sms)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
1 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
1 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
3 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
3 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved