Isi Kursus Politik Pancasila, Bupati Anas Paparkan Kemajuan Banyuwangi

Senin, 14 Agustus 2017 - 00:25 WIB
Isi Kursus Politik Pancasila,...
Isi Kursus Politik Pancasila, Bupati Anas Paparkan Kemajuan Banyuwangi
A A A
JAKARTA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ikut mengisi "Kursus Politik Pancasila" bagi media yang digelar PDI Perjuangan di Jakarta, Minggu (13/8/2017).Dalam kesempatan itu, Anas menyampaikan sejumlah kebijakan yang mendorong pengembangan ekonomi rakyat di Banyuwangi.

Di antaranya pengembangan sektor ekonomi rakyat yang memadukan tiga basis, yaitu pertanian, UMKM, dan pariwisata. Dengan strategi itulah, Banyuwangi yang jauh dari pusat pertumbuhan utama Jawa Timur kini menggeliat.

Sebelumnya, Banyuwangi tak dihitung dalam peta kemajuan daerah. Belum lagi hambatan infrastruktur karena Banyuwangi adalah daerah terluas di Pulau Jawa, dan sisi lain APBD-nya terbatas."Karena gotong-royong banyak pihak, kita berhasil melangkah maju, tentu kita akui masih banyak kekurangan, tapi Insya Allah ini sudah on the track," ujar Anas pada Minggu, 13 Agustus 2017 kemarin.

Salah satu indikatornya, lanjut Anas, pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99%. Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat menjadi 8,79 persen pada 2016.

"Kita juga jaga daya beli rakyat. Inflasi kami terendah se-Jatim, bahkan belum lama ini kami dinobatkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah paling inovatif dalam pengendalian inflasi. Dari sisi reformasi birokrasi, hasilnya adalah Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih nilai A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah," ujar Anas.

Anas mengaku terinspirasi dengan Bung Karno yang melibatkan arsitek dalam pembangunan, sehingga semua bangunan di era Presiden pertama itu bersifat melintasi zaman. "Di Banyuwangi, ruang-ruang publik didesain arsitek dengan filosofi yang serius. Bangunan dari uang rakyat tidak boleh menyingkirkan rakyat. Bandara kami, misalnya, konsepnya hijau dan mengadopsi tradisi rakyat dengan menyediakan anjungan luas. Di sana boleh makan lesehan, salat, lari-lari, jadi warga pengantar atau penjemput tidak diusir-usir dan telantar di bandara," papar Anas.

Program kerakyatan lainnya, sambung Anas, adalah Jemput Bola Rawat Warga, di mana tim medis menjemput dan merawat warga miskin sakit di rumahnya yang telah merawat lebih dari 1.600 warga. "Jadi petugas dan dokternya yang datang mengunjungi warga. Pemkab Banyuwangi juga sudah memberi beasiswa 700 anak muda berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mereka dari keluarga kurang berpunya," paparnya.

Menurut Anas, keberanian melakukan inovasi adalah kunci kemajuan daerah. Dia menceritakan saat mendorong pengembangan konektivitas melalui pembukaan bandara. Dari dulu tidak ada penerbangan, bulan ini ke Banyuwangi ada enam kali penerbangan per hari, yaitu rute Jakarta-Banyuwangi tiga kali dan Surabaya-Banyuwangi tiga kali.

"Akses yang terbuka akhirnya mendorong kemajuan berbagai sektor lainnya, termasuk pariwisata yang membuat Banyuwangi semakin dikenal. Bahkan, Banyuwangi menjadi juara dunia kebijakan inovasi pariwisata dari Badan Pariwisata PBB," papar Anas.
(whb)
Berita Terkait
Webinar Bulan Bung Karno,...
Webinar Bulan Bung Karno, Bupati Banyuwangi Cerita Peran Budaya Lokal
Banyuwangi Role Model...
Banyuwangi Role Model Memaksimalkan Kelemahan Jadi Keuntungan
2 Pekerja Perkebunan...
2 Pekerja Perkebunan di Banyuwangi Diserang OTK, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Banyuwangi Bikin Kalender...
Banyuwangi Bikin Kalender Wisata Berkonsep Hybrid Pertama di Indonesia
Sandiaga Uno Puji Event...
Sandiaga Uno Puji Event Banyuwangi Festival 2021 Berkonsep Hybrid
14 Kantor Pemerintahan...
14 Kantor Pemerintahan di Banyuwangi Jadi Klaster Baru COVID-19
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
2 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
2 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
2 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
14 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
15 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved