Waspadai Virus Jembrana pada Sapi Kurban, Tandanya Berkeringat Darah

Selasa, 08 Agustus 2017 - 15:27 WIB
Waspadai Virus Jembrana...
Waspadai Virus Jembrana pada Sapi Kurban, Tandanya Berkeringat Darah
A A A
TOAPAYA - Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengajak masyarakat mewaspadai sapi kurban yang terkena virus jembrana, khususnya jenis sapi bali (Bos sundaicus).

Sapi yang mengidap virus itu memiliki ciri-ciri berkeringat darah, mencret atau diare berdarah, dan ada pembengkakan pada limfa. Sapi juga mengalami demam tinggi dengan suhu berkisar 39-41,5 derajat celsius.

Ketua PDHI Kepri, Honis Mandri mengatakan, pihaknya memang belum menemukan ada sapi kurban yang terjangkit virus tersebut, baik yang dibesarkan di Kepri maupun yang didatangkan dari daerah lain. Namun masyarakat perlu mewaspadainya karena penyakit jembrana sudah menyerang sapi di Provinsi Riau dan Jambi.

“Kita harus waspada walaupun sampai saat ini belum ditemukan di Kepri. Pedagang yang memasukkan sapi dari daerah lain ke Kepri harus dilengkapi dokumen bukti kesehatan hewan dan uji laboratorium dari daerah asal,” kata Honis di Toapaya, Selasa (8/8/2017).

Hewan yang masuk ke dalam daerah mesti melalui pelabuhan resmi, seperti Pelabuhan Sri Payung Batu 6 Tanjungpinang. Di pelabuhan resmi, hewan akan diperiksa oleh petugas karantina hewan, baik pemeriksaan dokumen maupun kesehatan fisik hewan.

Honis mengatakan, penyakit jembrana sangat berbahaya bagi sapi karena menular kepada sesama sapi. Jembrana menyerang organ dalam dan berbagai organ tubuh, termasuk membuat pendarahan pada kulit. Akibatnya saat sapi dipotong, organ dalam sudah rusak.

Biasanya virus ini menyerang sapi bali dewasa berumur 3-4 tahun. Penyakit jembrana ditularkan dari sapi ke sapi lainnya oleh serangga seperti lalat tapis dan nyamuk. “Jika serangga menggigit dan mengisap darah sapi yang sakit, maka serangga akan menularkannya ke sapi lain. Tetapi virus ini tidak menular kepada manusia,” ujar Honis.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Bintan, drh Iwan Berri Prima, mengatakan, pihaknya melaksanakan pemantauan dan pengecekan rutin di tempat peternak atau tempat penjualan ternak. Dari beberapa kali pemeriksaan darah sapi ternak di Toapaya, Seri Kuala Lobam, Bintan Utara, Gunung Kijang serta Bintan Timur, pihaknya tidak menemukan sapi yang mengidap penyakit berbahaya.

“Darah itu kami periksa di laboratorium kesehatan hewan. Hasilnya sampai saat ini, kami belum menemukan kasus sapi dengan penyakit jembrana maupun penyakit berbahaya lain seperti virus anthrax pada sapi. Kami juga belum menemukan ada penyakit berbahaya pada kambing,” kata Berri.

Kepada warga, ia mengimbau agar saat membeli sapi kurban, pilih sapi jantan, berumur dua tahun atau lebih, yang ditandai dengan sudah tanggalnya gigi seri. Jangan memotong sapi betina yang masih produktif sebagai hewan kurban. Untuk kambing kurban, juga pilih umur di atas satu tahun yang ditandai gigi seri depan sudah tanggal.
(mcm)
Berita Terkait
Tangani Penyakit PPR...
Tangani Penyakit PPR pada Hewan Ternak, Dinperpa Kota Pekalongan Intensifkan Sosialisasi
Jelang Kurban Waspada...
Jelang Kurban Waspada Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia !
Hindari Penyakit Fatal,...
Hindari Penyakit Fatal, Ini Saran UEA saat Beli Hewan Kurban
Jelang Iduladha, Kandang...
Jelang Iduladha, Kandang Sonny Berkah Farm Berikan Edukasi Penyakit PMK Hewan Kurban
Tangsel Waspadai Hewan...
Tangsel Waspadai Hewan Kurban Terpapar Virus Lato-Lato
Penyakit Cacing Hati...
Penyakit Cacing Hati Banyak Ditemukan pada Hewan Kurban
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved