1.100 Desa di Jawa Tengah Rawan Kekeringan

Kamis, 03 Agustus 2017 - 10:07 WIB
1.100 Desa di Jawa Tengah...
1.100 Desa di Jawa Tengah Rawan Kekeringan
A A A
SEMARANG - Jawa Tengah dalam status darurat kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, dari 33 kabupaten/kota se-Jawa Tengah terdapat sekitar 1.100 desa yang tersebar di 317 kecamatan yang rawan kekeringan di musim kemarau saat ini.

Dari informasi yang dihimpun SINDOnews, Kamis (3/8/2017) di sejumlah wilayah telah melakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di antaranya di wilayah Pemalang, Banyumas, Klaten, dan Wonogiri. Namun hal tersebut dinilai masih belum signifikan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana menyebutkan, kesiapan kabupaten/kota untuk dropping air rata-rata 200 sampai 300 tangki air bersih. "Jadi kabupaten/kota yang dana penanganan kekeringan sudah habis bisa mengajukan ke Provinsi. Pemprov saat ini sudah menyiapkan dana Rp600 juta," sebutnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini sudah lebih dari lima daerah di Jateng yang menetapkan status siaga darurat kekeringan. Sehingga, Pemprov Jateng menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga bulan Oktober 2017. "Status siaga kekeringan tersebut sebagai dasar pintu masuk kalau ada dana siap pakai dari BNPB," katanya.

Kepala Stasiun BMKG Kelas I Semarang Tuban Wiyoso saat dikonfirmasi SINDOnews Kamis pagi ini mengatakan, sebagian besar wilayah di Jawa Tengah sudah memasuki musim kemarau. Di antaranya, di wilayah eks Karesidenan Surakarta seperti Wonogiri, Boyolali, Sragen, dan Klaten. Selain itu juga terjadi di Jepara, Grobogan, dan sekitarnya.

"Sudah ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang dalam 30 sampai 60 hari tidak hujan sama sekali. Contohnya di Wonogiri dan eks Karesidenan Surakarta," ujar Tuban Wiyoso.

Dia menyatakan, puncak musim kemarau terjadi bulan Agustus ini. "Di sebagian besar wilayah pantura bagian timur seperti Rembang, Pati, Kudus, hingga Demak curah hujan rata-rata di bawah 50 milimeter. Sedangkan di Kendal, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya curah hujan di bawah 20 milimeter. Itu akan terjadi hingga pertengahan September."
(zik)
Berita Terkait
Menteri Siti Nurbaya...
Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance
Warga Bontoa Jalan Puluhan...
Warga Bontoa Jalan Puluhan Kilometer untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Karawang Mulai Kekeringan,...
Karawang Mulai Kekeringan, BPBD Pasok Air Bersih hingga Tengah Malam
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Atasi Kekeringan, Pemkab...
Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bakal Pasang Pipa dan Buat Sumur
El Nino Meningkat Lebih...
El Nino Meningkat Lebih 50%, Potensi Kekeringan Makin Nyata
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved