Pemkot Bandung Tunda Peluncuran Program Layad Rawat

Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:55 WIB
Pemkot Bandung Tunda...
Pemkot Bandung Tunda Peluncuran Program Layad Rawat
A A A
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terpaksa menunda peluncuran program Layad Rawat. Rencananya, program ini diresmikan pada Senin (24/7/2017), namun, karena ada kendala teknis peluncuran program tersebut menjadi Rabu (26/7/2017).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung Yayan A Brillyana menyatakan, program ini merupakan layanan kesehatan prorakyat miskin yang dicetuskan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Rencananya, peluncuran Layad Rawat dilakukan pada Senin (24/7). "Diundur hingga Rabu karena kendala teknis yang tidak bisa kami sampaikan ke publik," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jumat (21/7/2017).

Yayan menyebutkan, pelayanan ini sebenarnya sudah berjalan. Bahkan, kata dia, minggu lalu sudah diujicoba dan sudah ada warga yang memanfaatkan layanan dengan mengakses telepon 119.

"Lebih dari 20 orang yang sudah mengakses telepon 119 untuk Layad Rawat ini. Tim medis yang bertugas pun sudah langsung melayani mereka. Intinya, secara teknis program ini sudah siap. Hanya ditunda waktu peluncurannya."

Perlu diketahui, Layad Rawat bertujuan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakitnya. Program jemput bola dinas kesehatan tersebut dilaksanakan karena banyak warga di Bandung masih merasa sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan apalagi perlu ke rumah sakit.

Terkait teknis pelaksanaannya, masyarakat yang mengalami sakit bisa mengakses telepon 119 yang berpusat di Pusat Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, kemudian diteruskan ke puskesmas terdekat dengan alamat penelepon. Kemudian, puskesmas menugaskan tim medis yang bertugas saat itu untuk langsung mendatangi penelepon. Waktu kedatangan tim medis dari sejak menelepon diperkirakan 30 menit.

Tim Layad Rawat tersebar di 80 Puskesmas se-Kota Bandung. Komposisi satu tim terdiri dari satu orang dokter, satu orang perawat atau bidan, serta satu orang petugas gizi. Adapun kekuatan tim Layad Rawat saat ini berjumlah 87 dokter, 184 perawat 187 SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat), dan 23 tenaga gizi. Mereka telah melalui serangkaian seleksi yang saat proses rekrutmen diikuti oleh 1.558 orang.
(zik)
Berita Terkait
Membanggakan, Pemkot...
Membanggakan, Pemkot Bandung Raih Penghargaan KDI 2020 Kategori Kesehatan
Waduh, 8.121 Jiwa Warga...
Waduh, 8.121 Jiwa Warga Bandung Masuk Kategori Stunting
WHO Cabut Status Kegawatdaruratan...
WHO Cabut Status Kegawatdaruratan Covid-19, Dinkes Bandung Tunggu Arahan Pusat
Menyedihkan, 319 Tenaga...
Menyedihkan, 319 Tenaga Kesehatan di Bandung Terpapar COVID-19
Muncul Wacana Resepsi...
Muncul Wacana Resepsi Pernikahan Digelar dengan Protokol Kesehatan Sangat Ketat
Gugus Tugas Tinjau di...
Gugus Tugas Tinjau di Tempat Hiburan, Dinilai Belum Penuhi Protokol Kesehatan
Berita Terkini
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
2 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
10 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
12 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
12 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
14 jam yang lalu
Infografis
Program Pensiun Tambahan...
Program Pensiun Tambahan Disiapkan, Gaji Pekerja akan Dipotong Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved