Kamar Kontrakan Terduga Teroris Bandung Digeledah Polisi
Rabu, 12 Juli 2017 - 17:46 WIB
Kamar Kontrakan Terduga Teroris Bandung Digeledah Polisi
A
A
A
BANDUNG - Densus 88 Antiteror, Brimobda Polda Jawa Barat (Jabar), dan Polsekta Babakan Ciparay menggeledah kamar kontrakan terduga teroris Ade Arif Sarifudin (25) di Gang Karya Bakti, RT 4/4, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (12/7/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Ade Arif merupakan teman Agus Wiguna (22) pemilik bom panci yang meledak pada Sabtu (8/7/2017) sekitar pukul 15.30 WIB di kamar kontrakan Kampung Kubang Beureum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu. Ade ditangkap pada Selasa (11/7/2017) malam di Cibiru, Kota Bandung.
Berdasarkan penyelidikan, Agus Wiguna (22), perakit bom panci Buahbatu, Ade Arif, dan Kodar (30) merupakan kelompok kecil sel baru jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.
“Mereka sel-sel baru JAD Bandung tetapi belum terstruktur. Berbeda dengan sel Bandung Raya yang terkait bom panci Cicendo,” kata Yusri Yunus di lokasi penggeledahan.
Dia mengemukakan, embrio sel kecil JAD ini, berencana meledakkan bom di sebuah gereja di Buahbatu, rumah makan di Astana Anyar, dan kafe di Jalan Braga. “K dan A ini melihat langsung proses peracikan bom dan tahu rencana Agus,” ujar dia.
Yusri menyatakan, Agus, A, dan Kodar ini masih belajar menjadi teroris. Mereka belajar merakit bom melalui internet dari mulai meracik bahan peledak dan mempertebal keyakinan bahwa yang dilakukan adalah benar sekaligus meningkatkan rasa benci kepada orang yang berbeda ideologi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Ade Arif merupakan teman Agus Wiguna (22) pemilik bom panci yang meledak pada Sabtu (8/7/2017) sekitar pukul 15.30 WIB di kamar kontrakan Kampung Kubang Beureum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu. Ade ditangkap pada Selasa (11/7/2017) malam di Cibiru, Kota Bandung.
Berdasarkan penyelidikan, Agus Wiguna (22), perakit bom panci Buahbatu, Ade Arif, dan Kodar (30) merupakan kelompok kecil sel baru jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.
“Mereka sel-sel baru JAD Bandung tetapi belum terstruktur. Berbeda dengan sel Bandung Raya yang terkait bom panci Cicendo,” kata Yusri Yunus di lokasi penggeledahan.
Dia mengemukakan, embrio sel kecil JAD ini, berencana meledakkan bom di sebuah gereja di Buahbatu, rumah makan di Astana Anyar, dan kafe di Jalan Braga. “K dan A ini melihat langsung proses peracikan bom dan tahu rencana Agus,” ujar dia.
Yusri menyatakan, Agus, A, dan Kodar ini masih belajar menjadi teroris. Mereka belajar merakit bom melalui internet dari mulai meracik bahan peledak dan mempertebal keyakinan bahwa yang dilakukan adalah benar sekaligus meningkatkan rasa benci kepada orang yang berbeda ideologi.
(rhs)