Dua Pengoplos Daging Sapi dan Celeng Dibekuk, 53 Kg Daging Siap Edar Disita

Minggu, 04 Juni 2017 - 15:07 WIB
Dua Pengoplos Daging...
Dua Pengoplos Daging Sapi dan Celeng Dibekuk, 53 Kg Daging Siap Edar Disita
A A A
LUBUKLINGGAU - Satuan Reserse Kriminal Polres Lubuklinggau membekuk dua pengoplos daging sapi dengan daging celeng (babi liar) di Pasar Inpres di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubukinggau Barat II, Sabtu 3 Juni 2017 pukul 04.00 WIB. Dari tangan kedua pengoplos daging celeng, yaitu Amri (39) dan Kodri (49), petugas menyita 53,2 Kilogram (Kg) daging celeng yang dioplos dengan daging sapi siap edar di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga,didampingi Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ali Rojikin menjelaskan, pelaku mengoplos daging dengan perbandingan 10 kg daging sapi dioplos dengan 40 kg daging sapi. Pelaku mengaku sudah enam bulan menjual daging oplosan ini setiap pukul 04.00 - 08.00 WIB di pasar Inpres Lubuklinggau dengan harga lebih murah dari harga pasaran.‎

Dari kedua pelaku disita barang bukti karung berisi daging celeng seberat 49 Kg, sepeda motor merek Honda Scopy warna hitam BG 2516 HP, helm warna hitam, telepon selular, satu buah bok warna merah, timbangan warna hijau, dan timbangan warna orange.

Ikut disita daging babi seberat 4,2 kg yang belum laku terjual pada Jumat (2/6/2017), tulang kepala sapi, tiga buah pisau, satu buah kapak, satu buah besi bulat berujung lancip, satu buah batu asahan pisau dan 15 buah besi gantung daging.

Hajat menerangkan tersangka Kodri memesan daging celeng kepada TR (DPO) dengan harga Rp20.000/ kg. Apabila daging sapi oplosan tidak ada, Amri hanya menjual daging celeng. Daging oplosan tersebut dijual dengan harga Rp70.000/kg, jauh di bawah harga pasar daging sapi yang mencapai Rp120-130.000.

"Pelaku Amri mendapat upah dari hasil menjual daging celeng sebesar Rp50.000 sampai dengan Rp100.000 per harinya. Sedangkan pelaku Kodri mendapat keuntungan rata-rata Rp900.000/hari,"jelasnya, Minggu (4/6/2017).

Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin menambahkan, kedua tersangka dikenakan Pasal 62 jo 8 ayat (1) huruf a UU RI 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI No 41/2014 tentang Perubahan atas UU No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Pasal 140 UU RI No 18/2012 tentang Pangan.

Sementara, tersangka Kodri (45) mengatakan daging oplosan tersebut hanya dijual kepada para pelanggannya dan pembeli yang memilih daging murah tersebut. "Yang jual dia pak, dia (Amri) yang ngoplos, saya hanya mengambil barang dengan TR pak,"cetusnya.
(wib)
Berita Terkait
Sindikat Penjual Daging...
Sindikat Penjual Daging Celeng untuk Warung Bakso dan RM di Jabar Terbongkar
KSKP Bakauheni Bongkar...
KSKP Bakauheni Bongkar Penyelundupan 1,1 Ton Daging Celeng
Jambi Gempar, Warga...
Jambi Gempar, Warga Satu RT Tertipu Beli dan Makan Daging Babi Saat Idul Fitri
Penyelundupan 720 Kg...
Penyelundupan 720 Kg Daging Celeng ke Bekasi Berhasil Digagalkan
Daging Celeng Beredar...
Daging Celeng Beredar di KBB, Disperindag Sidak Sejumlah Pasar dan Kios
Pengalaman Buruk Warga...
Pengalaman Buruk Warga Satu RT di Kota Jambi Tertipu Makan Daging Babi saat Idul Fitri, Saksikan Selengkapnya di iNews Siang Kamis Pukul 11.00 WIB
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved