Gerindra Sebut Tipis Peluang Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar
Kamis, 27 April 2017 - 09:37 WIB
Gerindra Sebut Tipis Peluang Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar
A
A
A
BANDUNG - Partai Gerindra menutup peluang mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat karena Kang Emil telah didukung Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan komitmen politik dengan partai tersebut jadi alasannya.
Seperti diketahui, pada Maret lalu, Emil dideklarasikan NasDem sebagai cagub. Dia pun menerima pinangan tersebut dan bersedia memenuhi tiga syarat yang diminta NasDem. Salah satunya adalah mendukung Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang.
Hal itu jelas tidak sejalan dengan Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Gerindra ingin kandidat yang diusungnya di pilgub, pilwalkot, dan pilbup mendukung Prabowo, bukan kandidat lain.
"Saya tegaskan sudah sangat tipis beliau diusung Gerindra di Pilgub Jawa Barat," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, di Bandung, Kamis (27/4/2017).
Dijelaskannya, Gerindra sempat menawarkan pada Emil untuk mengusungnya di Pilgub Jawa Barat sebelum dideklarasikan oleh NasDem. Emil bahkan masuk dalam pertimbangan prioritas jika mau menjadi kader Gerindra.
"Kalau beliau mau jadi kader, saya pikir saat itu Gerindra Jawa Barat selesai, dan akan mendukung Emil. Tapi, kenyataannya, Emil tidak secara tegas mau jadi kader. Beliau justru mengatakan akan dideklarasikan NasDem," ungkapnya.
Mulyadi mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan pilihan Emil. Pilihan itu menurutnya adalah hak personal. Tapi, keputusan Emil jelas jadi bahan pertimbangan Gerindra untuk menutup peluang mengusunya.
Selain menutup pintu untuk Emil, Gerindra juga menutup pintu koalisi dengan NasDem. Sebab, NasDem sudah terang-terangan akan mengusung Jokowi meski pilpres masih cukup lama.
Menurut Mulyadi, hanya ada satu alasan yang membuat Gerindra bisa tiba-tiba berbalik mendukung Emil, termasuk berkoalisi dengan NasDem, yaitu keduanya mendukung Prabowo di pilpres mendatang.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Bucky Wikagoe, menambahkan pihaknya tidak marah terhadap sikap Emil. Dia hanya menyiratkan rasa kecewa. Sikap Emil kemudian jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi Gerindra.
Dalam acara ulang tahun Gerindra beberapa bulan lalu, menurutnya Emil sempat berbicara di depan forum bahwa 'perahu' yang mengantarnya jadi Wali Kota Bandung adalah Gerindra. Dia bahkan menyatakan tidak akan melupakan Gerindra.
Tapi, tiba-tiba Emil menerima pinangan NasDem dan siap mendukung Jokowi di Pilpres 2019. "NasDem kan ada tiga syarat yang disodorkan kepada Emil. Salah satunya mendukung Jokowi di pilpres. Syarat ini yang sangat mengganggu Gerindra," tegasnya.
Seperti diketahui, pada Maret lalu, Emil dideklarasikan NasDem sebagai cagub. Dia pun menerima pinangan tersebut dan bersedia memenuhi tiga syarat yang diminta NasDem. Salah satunya adalah mendukung Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang.
Hal itu jelas tidak sejalan dengan Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Gerindra ingin kandidat yang diusungnya di pilgub, pilwalkot, dan pilbup mendukung Prabowo, bukan kandidat lain.
"Saya tegaskan sudah sangat tipis beliau diusung Gerindra di Pilgub Jawa Barat," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, di Bandung, Kamis (27/4/2017).
Dijelaskannya, Gerindra sempat menawarkan pada Emil untuk mengusungnya di Pilgub Jawa Barat sebelum dideklarasikan oleh NasDem. Emil bahkan masuk dalam pertimbangan prioritas jika mau menjadi kader Gerindra.
"Kalau beliau mau jadi kader, saya pikir saat itu Gerindra Jawa Barat selesai, dan akan mendukung Emil. Tapi, kenyataannya, Emil tidak secara tegas mau jadi kader. Beliau justru mengatakan akan dideklarasikan NasDem," ungkapnya.
Mulyadi mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan pilihan Emil. Pilihan itu menurutnya adalah hak personal. Tapi, keputusan Emil jelas jadi bahan pertimbangan Gerindra untuk menutup peluang mengusunya.
Selain menutup pintu untuk Emil, Gerindra juga menutup pintu koalisi dengan NasDem. Sebab, NasDem sudah terang-terangan akan mengusung Jokowi meski pilpres masih cukup lama.
Menurut Mulyadi, hanya ada satu alasan yang membuat Gerindra bisa tiba-tiba berbalik mendukung Emil, termasuk berkoalisi dengan NasDem, yaitu keduanya mendukung Prabowo di pilpres mendatang.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Bucky Wikagoe, menambahkan pihaknya tidak marah terhadap sikap Emil. Dia hanya menyiratkan rasa kecewa. Sikap Emil kemudian jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi Gerindra.
Dalam acara ulang tahun Gerindra beberapa bulan lalu, menurutnya Emil sempat berbicara di depan forum bahwa 'perahu' yang mengantarnya jadi Wali Kota Bandung adalah Gerindra. Dia bahkan menyatakan tidak akan melupakan Gerindra.
Tapi, tiba-tiba Emil menerima pinangan NasDem dan siap mendukung Jokowi di Pilpres 2019. "NasDem kan ada tiga syarat yang disodorkan kepada Emil. Salah satunya mendukung Jokowi di pilpres. Syarat ini yang sangat mengganggu Gerindra," tegasnya.
(sms)