Bupati Anas Bicara Segmentasi dalam Pemasaran Pariwisata

Minggu, 23 April 2017 - 08:25 WIB
Bupati Anas Bicara Segmentasi...
Bupati Anas Bicara Segmentasi dalam Pemasaran Pariwisata
A A A
BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi menghadirkan dua ajang besar sepanjang akhir pekan ini. Dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2017, akhir pekan ini dihadirkan Festival Kebaya (21-22 April) dan Banyuwangi International BMX (22-23 April).
Bupati Anas Bicara Segmentasi dalam Pemasaran Pariwisata

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi sengaja menggelar event wisata dengan ceruk pasar potensial yang belum banyak digarap daerah lain. Pasar potensial yang dibidik terutama adalah komunitas-komunitas.

”Ini strategi wisata kami. Sebagai pemain baru di industri pariwisata, kami harus tampil beda. Kalau kita bikin theme park atau wisata belanja,pasti kalah dibanding kota besar. Nah,kami putar haluan mengincar ceruk pasar yang selama ini tidak digarap daerah lain, tapi sebenarnya punya potensi besar dengan komunitas yang solid. Maka kita harus lakukan segmentasi pasar, tidak semua disasar. Sekarang semua daerah bikin festival, maka kami harus bikin strategi pemasaran baru yang tersegmentasi dengan jelas,” kata Anas dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke SINDOnews, Sabtu 22 April 2017.

Dia mencontohkan komunitas penggemar fashion, khususnya kebaya, yang terus berkembang. Maka Banyuwangi pun menggelar Festival Kebaya di terminal hijau Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Ini tercatat sebagai Festival Kebaya pertama di Indonesia yang terintegrasi dari beragam workshop perajin lokal hingga peragaan busana. Model kebaya mulai dari glamor, kasual, klasik, hingga kontemporer ditampilkan. Sebanyak 100 desainer berpartisipasi.

”Banyuwangi ingin mengambil kesempatan sebagai daerah pertama yang mengangkat kebaya sebagai produk kreatif daerah, selain batik. Pasar bisnis kebaya dan komunitasnya sangat besar. Tiap ada acara, kaum perempuan tidak peduli tua atau mudakan selalu berkebaya,” papar Anas.

Festival Kebaya, sambung Anas, juga bermakna wisata dan bisnis. Wisata terkait promosi Banyuwangi melaluievent yang bisa menarik komunitas penggemar kebaya.

Adapun aspek bisnisnya terkait dengan potensi pasar yang diharapkan bisa ditangkap oleh perajin-perajin busana lokal.

”Setelah mendapat workshop soal desain dari pelaku nasional, perajin lokal bisa kian percaya diri karena kemampuan desain dan pembuatannya meningkat. Bisaupload desain di media sosial, broadcastdi WhatsApp, transaksi-transaksi muncul dari sana,” kata Anas.

Anas menambahkan, potensi pasar yang sama ada pada komunitas BMX (Bicycle Moto-Cross), sehingga digelarlah International BMX 2017 setelah sukses dihelat pada 2016.

Ajang ini diikuti lebih dari 300 pesepeda yang datang dari enam negara. Banyuwangi International BMX digelar di Sirkuit Muncar yang merupakan satu-satunya sirkuit BMX di Indonesia yang sesuai standar Federasi Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI).

Menurut Anas, ajang BMX adalah pengembangan wisata minat khusus (special interest tourism).

”Ceruk pasar penggemar BMX cukup besar dan solid. Promosinya mudah karena mereka berjejaring di dunia maya. Kami menarik perhatian mereka untuk datang ke Banyuwangi, karena kami punya sirkuit terbaik di Indonesia,” kata bupati berusia 43 tahun itu.Saat ini, para atlet dan penggemar BMX dari berbagai daerah kerap berlatih di Banyuwangi.

Tidak sedikit yang didampingi keluarganya saat berlatih di Banyuwangi. Mereka menginap di hotel dan homestay penduduk. Bahkan, atlet tim nasional yang akan bertanding di Olimpiade dan ajang luar negeri juga berlatih di Banyuwangi.

”Jenis BMX menyumbang 20 persen dari total penjualan sepeda. Di Amerika Serikat, ada hampir sejuta penggemar BMX yang menggunakan BMX-nya lebih dari 100 hari per tahun. Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) juga sudah menyatakan, penggemar BMX di terus membesar, apalagi BMX sudah resmi dipertandingkan di Olimpiade,” pungkas Anas.
(sms)
Berita Terkait
Webinar Bulan Bung Karno,...
Webinar Bulan Bung Karno, Bupati Banyuwangi Cerita Peran Budaya Lokal
Banyuwangi Role Model...
Banyuwangi Role Model Memaksimalkan Kelemahan Jadi Keuntungan
2 Pekerja Perkebunan...
2 Pekerja Perkebunan di Banyuwangi Diserang OTK, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
14 Kantor Pemerintahan...
14 Kantor Pemerintahan di Banyuwangi Jadi Klaster Baru COVID-19
Banyuwangi Bikin Kalender...
Banyuwangi Bikin Kalender Wisata Berkonsep Hybrid Pertama di Indonesia
Sandiaga Uno Puji Event...
Sandiaga Uno Puji Event Banyuwangi Festival 2021 Berkonsep Hybrid
Berita Terkini
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
5 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
12 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved