Bawaslu DKI Minta Tim Ahok-Djarot Hentikan Bagi-bagi Sembako

Minggu, 16 April 2017 - 16:01 WIB
Bawaslu DKI Minta Tim...
Bawaslu DKI Minta Tim Ahok-Djarot Hentikan Bagi-bagi Sembako
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta mencatat tim pemenangan Ahok-Djarot paling banyak melakukan dugaan pelanggaran dalam bagi-bagi sembako kepada masyarakat. Baik itu putaran pertama maupun putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu DKI Muhammad Jufri. Dia juga meminta, tim pemenangan pasangan nomor urut dua untuk menghentikan kampanye tersebut.

"Pembagian sembako paling banyak dilakukan paslon dua, itu hampir merata ke semua wilayah Jakarta, termasuk Pulau Seribu. Makanya, kami sarankan paslon (nomor urut) dua untuk menghentikan praktik tersebut," pinta Jufri di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Minggu (16/4/2017).

Jufri mengaku kesulitan dalam menelusuri dalang kasus pembagian sembako tersebut. Sebab, Bawaslu hanya bisa mengklarifikasi dan saat di klarifikasi, tim paslon kerap berdalih kalau pelanggaran itu tak dilakukan timses, tapi oleh pendukungnya.

"Untuk sembako modusnya macam-macam, salah satunya pasar murah. Kalau jualnya dengan harga wajar tak masalah, tapi kalau yang sudah dijual dengan kelewatan, misal harganya Rp30.000 di jual Rp3.000, nah ini yang kelewatan," jelasnya.

Dia menambahkan, soal laporan pembagian sembako itu, memang kerap disampaikan berbagai pihak dan masyarakat kepada Bawaslu, khususnya Bawaslu kota. Terakhir, yang melibatkan artis Giring Nidji. Saat diklarifikasi, tim Ahok-Djarot dan Giring Nidji mengaku tak terlibat dalam kegiatan bagi-bagi sembako itu.

"Jadi dalam kasus Giring itu, hanya warga atau pendukung nomor dua yang terlibat. Saat dilimpahkan ke polisi, ternyata pelapor tak meneruskannya dengan alasan khawatir orangtuanya juga kena karena sembako itu diterima orangtuanya," tuturnya.

Maka itu, kata dia, Bawaslu DKI terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan semua elemen masyarakat, agar masa tenang ini bisa dimanfaatkan publik untuk memilih pada Rabu 19 April 2017.

"Di Bawaslu selama masa tenang, belum ada laporan sejauh ini karena mungkin lebih banyak dilaporkan ke Panwaslu kota, karena lebih dekat yah. Soal temuan pembagian sembako yang marak, saat ini sedang kita tindak," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Peluang Duet Anies-Ahok...
Peluang Duet Anies-Ahok di Pilgub Jakarta, PDIP: Masih Proses Pencermatan
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved