Macan Turun dari Gunung Sawal, Warga Ciamis Resah
Senin, 10 April 2017 - 16:01 WIB
Macan Turun dari Gunung Sawal, Warga Ciamis Resah
A
A
A
CIAMIS - Teror macan yang diduga turun ke pemukiman warga dari Gunung Sawal kembali meresahkan warga Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis beberapa hari terakhir. Karena warga sempat menemukan bekas telapak kaki macan di area pemukiman warga. Letak Cikupa berada di Kaki Gunung Sawal.
Kondisi tersebut menambah catatan macan penghuni Gunung Sawal sempat beberapa kali turun ke pemukiman warga, karena diduga kehabisan makanan.
Diketahui macan kumbang turun ke Cikupa sekitar 3 kali, Agustus 2015 dan terakhir pada bulan Oktober 2016. Warga berhasil menangkap macan kumbang ataupun macan tutul yang telah memakan hewan ternak warga, kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis.
"Belakangan warga sempat beberapa kali menemukan bekas telapak kaki macan, jadi warga merasa resah takut keluar rumah, terutama pada malam hari," ujar Maman warga Cikupa, Senin (10/4/2017).
Menurut dia, warga yang umumnya bekerja sebagai petani juga tidak berani pergi ke kebun terutama sendirian.
Dikhawatirkan macan tiba-tiba datang dan memangsa. Meskipun kini belum ada laporan jumlah hewan ternak yang dimangsa. Tetapi berkata telapak kaki macan sudah sering kali ditemukan warga terutama di pagi hari.
Untuk mengantisipasi keresahan warga, beberapa warga mulai bersiaga terutama yang biasa berburu. Caranya dengan melakukan pengintaian saat malam hari maupun siang hari. Turunnya macan bisa disebabkan beberapa faktor mulai dari kurangnya persediaan makanan di Gunung Sawal hingga habitatnya terganggu.
"Sempat beberapa kali macan turun gunung dan meneror warga. Juga warga mengalami kerugian karena hewan ternak dimangsa. Jadi kami sekarang melakukan pengintaian agar macan tidak kembali lagi," ujar tokoh masyarakat Cikupa Asna Maulana Sidik.
Warga berharap pihak terkait yakni BKSDA Wilayah III Ciamis melakukan tindakan dan langkah agar macan tidak kembali turun gunung.
Kondisi tersebut menambah catatan macan penghuni Gunung Sawal sempat beberapa kali turun ke pemukiman warga, karena diduga kehabisan makanan.
Diketahui macan kumbang turun ke Cikupa sekitar 3 kali, Agustus 2015 dan terakhir pada bulan Oktober 2016. Warga berhasil menangkap macan kumbang ataupun macan tutul yang telah memakan hewan ternak warga, kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis.
"Belakangan warga sempat beberapa kali menemukan bekas telapak kaki macan, jadi warga merasa resah takut keluar rumah, terutama pada malam hari," ujar Maman warga Cikupa, Senin (10/4/2017).
Menurut dia, warga yang umumnya bekerja sebagai petani juga tidak berani pergi ke kebun terutama sendirian.
Dikhawatirkan macan tiba-tiba datang dan memangsa. Meskipun kini belum ada laporan jumlah hewan ternak yang dimangsa. Tetapi berkata telapak kaki macan sudah sering kali ditemukan warga terutama di pagi hari.
Untuk mengantisipasi keresahan warga, beberapa warga mulai bersiaga terutama yang biasa berburu. Caranya dengan melakukan pengintaian saat malam hari maupun siang hari. Turunnya macan bisa disebabkan beberapa faktor mulai dari kurangnya persediaan makanan di Gunung Sawal hingga habitatnya terganggu.
"Sempat beberapa kali macan turun gunung dan meneror warga. Juga warga mengalami kerugian karena hewan ternak dimangsa. Jadi kami sekarang melakukan pengintaian agar macan tidak kembali lagi," ujar tokoh masyarakat Cikupa Asna Maulana Sidik.
Warga berharap pihak terkait yakni BKSDA Wilayah III Ciamis melakukan tindakan dan langkah agar macan tidak kembali turun gunung.
(sms)