Pelabuhan Pamotan, Prajurit Mataram, dan Kisah Penjemputan Dipati Ukur

Jum'at, 31 Maret 2017 - 05:00 WIB
Pelabuhan Pamotan, Prajurit...
Pelabuhan Pamotan, Prajurit Mataram, dan Kisah Penjemputan Dipati Ukur
A A A
PELABUHAN Pamotan yang berlokasi di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, disebut-sebut sebagai salah satu tempat bersandarnya prajurit dari Kerajaan Mataram yang hendak melakukan interaksi dengan Kerajaan Galuh dan Kerajaan Kawasen.

Aktivitas tersebut berlangsung antara tahun 1628-1629 M. "Jika dari Kerajaan Mataram hendak ke Kerajaan Galuh atau Kerajaan Kawasen selalu bersandar di Pelabuhan Pamotan," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim.

Menurut Aceng, lantaran sering dijadikan tempat bersandar oleh prajurit Kerajaan Mataram, di daerah Desa Pamotan saat ini banyak warga yang memiliki silsilah keturunan dari Kerajaan Mataram.

"Pelabuhan Pamotan juga sebagai salah satu saksi bisu dibawanya Dipati Ukur oleh Jaga Resmi saat dituding berafiliasi ke VOC Belanda oleh Kerajaan Mataram saat dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumo."

Dikisahkan, saat itu Dipati Ukur membuat komitmen dengan Kerajaan Mataram untuk melakukan perlawanan kepada VOC Belanda ke Batavia.

"Waktu itu Kerajaan Mataram berjanji akan membantu pasukan yang dipimpin oleh Suro Agul-agul, tetapi pada waktu dan tempat yang telah disepakati, pasukan Suro Agul-agul tidak kunjung datang. Akhirnya Dipati Ukur melakukan penyerangan ke Batavia hanya dengan kekuatan 3.000 prajurit," papar Aceng.

Prajurit yang dipimpin oleh Dipati Ukur akhirnya tidak bisa menandingi kekuatan VOC Belanda dan memilih kembali ke tanah Sunda. "Sikap Dipati Ukur yang pergi dari pertempuran itu dianggap oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo sebagai pengkhianatan," jelas Aceng.

Akhirnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo mengutus Jaga Resmi untuk membawa Dipati Ukur ke Kerajaan Mataram melalui Pelabuhan Pamotan dengan membawa surat tugas resmi dari kerajaan.

"Salah satu bukti Jaga Resmi diperintah oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk menjemput Dipati Ukur di antaranya ada surat yang terbuat dari pelepah kayu yang saat ini keberadaannya ada di juru kunci Pamotan."
Bukti surat tugas penjemputan Dipati Ukur. Foto/KORAN SINDO/Syamsul Maarif

Saat bersandar di Pamotan, Jaga Resmi berguru ke Chi Ling, salah satu keturunan China yang saat ini dikenal dengan nama Embah Pamotan.

Selanjutnya, ketika berguru dan menunggu waktu untuk menjemput Dipati Ukur, Jaga Resmi menikah dengan putri Embah Pamotan bernama Nawang Wulan dan memiliki beberapa keturunan di daerah tersebut.
(zik)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
37 menit yang lalu
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
1 jam yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
1 jam yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
12 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
13 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved