Transformasi Masyarakat Lebih Cepat Dibanding Regulasi Pemerintah

Kamis, 23 Maret 2017 - 19:39 WIB
Transformasi Masyarakat...
Transformasi Masyarakat Lebih Cepat Dibanding Regulasi Pemerintah
A A A
JAKARTA - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengakui perubahan masyarakat dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi lebih cepat ketimbang antisipasi yang dilakukan pemerintah melalui aturan perundangan.

Hal inilah yang kemudian berpotensi memunculkan adanya kekosongan hukum sehingga terjadi ketidakpastian di masyarakat dalam menghadapi suatu persoalan. “Kita pemerintah, baik pusat maupun daerah harus catch up. Bahwa ternyata masyakat kita lebih cepat bertranformasi ketimbang kita meregulasi,” ucap Arief saat ditemui Kamis (23/3/2017).

Sebagai contoh, menurut dia, kasus bentrokan yang terjadi di Tangerang 8 Maret silam akibat dari belum siapnya pemerintah dalam menyiapkan aturan tentang transportasi online. Pemda sendiri diakui Arief masih kesulitan menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32/2016 yang hanya mengatur kendaraan roda empat. “Sementara di Kota Tangerang ributnya sama ojek. Artinya, ke depan harus semua, (termasuk) regulasi roda dua,” kata Arief.

Buntut dari gesekan itu, Pemda Kota Tangerang sendiri menurut Arief telah mengeluarkan 11 poin peraturan yang diharapkan bisa meminimalisir gesekan kembali terulang. “Salah satunya (angkutan online) harus KIR, berbadan hukum, menentukan tarif atas tarif bawah,” tambah Arief.

Seperti diketahui, masalah transportasi online kembali mencuat setelah terjadi sejumlah gesekan dengan penyelenggara transportasi konvensional. Di beberapa daerah, gesekan bahkan sampai mengakibatkan korban luka dan pengrusakan terhadap kendaraan.

Tangerang sendiri menjadi satu daerah yang juga sempat terjadi bentrokan antara kedua penyedia jasa transportasi, peristiwa yang terjadi pada 8 Maret 2017 mengakibatkan 17 angkutan kota rusak parah dan 6 pengendara transportasi online terluka dan harus dirawat di RS.

“Artinya, aturan permenhub 32/2016 ini kant tahapan awal, kita berharap pemerintah pusat terus melihat dinamika dan segera mengatur kebutuhan2 dinamika masyarakat ini sehinggat tidak terjadi kecemburuan,” tuntasnya.
(pur)
Berita Terkait
Ojek Online dan Sopir...
Ojek Online dan Sopir Angkot Bentrok di Depan Balai Kota Sukabumi, Ini Pemicunya
Ojol dan Sopir Angkot...
Ojol dan Sopir Angkot di Kota Bogor Dapat Bansos BBM Rp1,4 Miliar
Suka Duka Hidup di Dunia...
Suka Duka Hidup di Dunia Ojol, Diajak Kenalan hingga Orderan Fiktif
Relawan Kowarteg Indonesia...
Relawan Kowarteg Indonesia Berbagi Makanan ke Sopir dan Ojek
10 Istilah Dunia Ojek...
10 Istilah Dunia Ojek Online, Nomor 8 Paling Ditakuti Driver Ojol
Simak! 3 Tarif Ojek...
Simak! 3 Tarif Ojek Online di Beberapa Daerah, Nomor 2 Paling Mahal
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
6 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
7 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
8 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
8 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved