Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Lima Puluh Kota hingga 16 Maret 2017

Sabtu, 11 Maret 2017 - 17:30 WIB
Tanggap Darurat Bencana...
Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Lima Puluh Kota hingga 16 Maret 2017
A A A
SARILAMAK - Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor hingga 16 Maret 2017. Hal tersebut disampaikan Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi.

Menurut Bupati dalam konferensi pers bersama tim tanggap darurat di Aula Posko Utama, kantor bupati lama di Kota Payakumbuh, Sabtu (11/3/2017), sejak bencana banjir dan tanah longsor terjadi pada 3 Maret 2017 lalu, hingga kini kondisi daerah yang terdampak bencana masih cukup berat. Pendistribusian bantuan belum merata.

Sementara, data terakhir hingga hari ini kerugian diperkirakan lebih dari Rp170 miliar, mencakup kerusakan infrastruktur, kantor, sekolah, rumah warga, rumah ibadah, sawah, dan perkebunan.

Kondisi medan di beberapa daerah yang terdampak berbukit dan terjal membuat tim yang dibekali peralatan manual atau seadanya kesulitan menembus lokasi dan mendistribusikan logistik.

Sementara, letak Posko Utama yang jauh dari daerah-daerah yang terdampak seperti Kecamatan Kapur Sembilan dan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menyulitkan tim menjangkau daerah yang sebelumnya terisolasi.

Menurut Bupati, berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan pada wilayah-wilayah yang terdampak membuat Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menetapkan masa tanggap darurat diperpanjang tujuh hari ke depan. "Mulai tanggal 10 sampai dengan 16 Maret, kami menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat tujuh hari ke depan," ujarnya.

Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor AKBP Bagus Suropratomo mengatakan, pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana, penyediaan air minum, logistik, dan sebagainya di daerah terdampak banjir belum normal.

Sementara, kawasan di daerah longsor di sepanjang jalur Sumbar-Riau masih masih berpotensi terjadi gerakan tanah. Hal ini dapat mengancam para pengendara yang melintas serta permukiman warga.
(zik)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Pekerja Asing Jadi Korban...
Pekerja Asing Jadi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Nepal
Ratusan Rumah di Jember...
Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Korban Banjir dan Tanah...
Korban Banjir dan Tanah Longsor di India Meningkat Tajam
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
7 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
7 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
7 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
8 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved