Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi
Selasa, 07 Maret 2017 - 10:09 WIB
Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Sosial dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), Gilang Kumari Putra angkat bicara soal maraknya aksi tawuran yang terjadi di Jakarta.
Terbaru, bentrok antara warga Gang Tuyul dan Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, kembali pecah pada Senin sore kemarin.
Gilang pun menyebut ada beberapa faktor penyebabnya antara lain; ekonomi, pendidikan, pemahaman agama, geografis, lingkungan dan pengaruh miras atau narkotika.
"Solusinya segenap pejabat terkait pemda, polisi, TNI dan tokoh masyarakat bisa berembug untuk menciptakan kegiatan positif seperti olahraga. Lapangan pekerjaan dan pelatihan tepat guna juga bisa mencegah orang ikut tawuran," kata Gilang saat dihubungi Sindonews, Selasa (7/3/2017).
Gilang mencontohkan kasus tawuran yang kerap terjadi di Tambora, Jakarta Barat. "Di sana itu Polseknya membuat hotline tawuran. Jadi begitu ada tawuran segera ditindaklanjuti. Mereka juga membentuk satgas anti tawuran dari para pemuda. Melibatkan partisipasi mereka," lanjutnya.
"Selain itu, dibuat pula penyuluhan bahaya tawuran dan pentingnya rasa cinta damai kepada sesama," jelas Gilang.
Terbaru, bentrok antara warga Gang Tuyul dan Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, kembali pecah pada Senin sore kemarin.
Gilang pun menyebut ada beberapa faktor penyebabnya antara lain; ekonomi, pendidikan, pemahaman agama, geografis, lingkungan dan pengaruh miras atau narkotika.
"Solusinya segenap pejabat terkait pemda, polisi, TNI dan tokoh masyarakat bisa berembug untuk menciptakan kegiatan positif seperti olahraga. Lapangan pekerjaan dan pelatihan tepat guna juga bisa mencegah orang ikut tawuran," kata Gilang saat dihubungi Sindonews, Selasa (7/3/2017).
Gilang mencontohkan kasus tawuran yang kerap terjadi di Tambora, Jakarta Barat. "Di sana itu Polseknya membuat hotline tawuran. Jadi begitu ada tawuran segera ditindaklanjuti. Mereka juga membentuk satgas anti tawuran dari para pemuda. Melibatkan partisipasi mereka," lanjutnya.
"Selain itu, dibuat pula penyuluhan bahaya tawuran dan pentingnya rasa cinta damai kepada sesama," jelas Gilang.
(pur)