Diminta Uang Sumbangan UNBK, Orang Tua Siswa SMAN 10 Mengeluh

Sabtu, 04 Februari 2017 - 01:28 WIB
Diminta Uang Sumbangan...
Diminta Uang Sumbangan UNBK, Orang Tua Siswa SMAN 10 Mengeluh
A A A
BEKASI - Puluhan orang tua siswa SMAN 10 Kota Bekasi mengeluhkan permintaan sekolah untuk menyumbang uang guna kelengkapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mereka keberatan dengan permintaan sekolah karena nominal uang yang diminta cukup besar.

Ketua Komite kelas XII SMAN 10 Kota Bekasi Hary Sorongan mengatakan, keluhan itu lantaran pihak sekolah mewajibkan uang minimal Rp350.000 untuk UNBK.”Kami sangat keberatan, karena jumlahya sangat besar,” kata Hary kepada wartawan, Jumat, 3 Februari 2017 kemarin.

Hary menjelaskan, perwakilan orang tua diminta datang ke sekolah untuk menghadiri rapat tentang kebutuhan pengadaan komputer untuk UNBK. Rapat itu diadakan di sekolah pada 5 November 2016 lalu.

Tanpa ada pemberitahuan lanjutan, orang tua menerima edaran yang dikeluarkan sekolah pada tanggal 1 Februari 2017. Dalam surat itu tertera, pada 17 Desember 2016 para orang tua setuju dengan permintaan sekolah agar mereka membayar sejumlah uang untuk keperluan UNBK.”Belum ada kesepakatan, tiba-tiba harus membayar uang UNBK buat seluruh siswa,” ungkapnya.

Menurut Hary, pihak orang tua siswa sudah kordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa surat edaran meminta sumbangan ke orang tua itu dilarang. Karena itulah, mayoritas orang tua siswa menolak dengan permintaan tersebut dan memberatkan.

Hary mengaku, semua perlengkapan UNBK pada umumnya dipenuhi oleh pemerintah sebagai bentuk sarana pendidikan untuk para siswa. Jadi, pungutan itu bisa dibilang illegal dan sangat memberatkan orang tua siswa.”Pungutan itu harus dihapuskan, jangan memberatkan orang tua,” tegasnya.

Kepala SMAN 10 Kota Bekasi Waluyo menjelaskan, urunan yang diminta sekolah bertujuan untuk kepentingan siswa dalam menjalankan UNBK yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Sebab, sekolah masih kekurangan 45 unit komputer dari jumlah ideal 127 unit komputer.

Atas dasar itulah, pihak sekolah berinisiatif agar para orang tua siswa mau membantu persoalan tersebut dengan mengeluarkan uang untuk kepentingan siswa. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli unit komputer.”Kami tidak paksa, kalau mau nyumbang silakan,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan lembaganya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena kewenangan pengelolaan SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi telah diambil alih oleh Pemprov Jawa Barat.”Kewenangan semuanya di Pemprov Jawa Barat,” katanya.
(whb)
Berita Terkait
Dana BOP 2019 Kota Bekasi...
Dana BOP 2019 Kota Bekasi Tak Terpakai Rp1,4 Miliar
Disdik Kota Bekasi Bangun...
Disdik Kota Bekasi Bangun Kemandirian Mulai Hulu hingga Hilir
Persiapan PPDB 2024,...
Persiapan PPDB 2024, Pemkot Bekasi Susun Regulasi hingga Jaringan
Miris! Ratusan Sekolah...
Miris! Ratusan Sekolah di Kota Bekasi Masih Kekurangan Meubeler
APBD Kota Bekasi 2023...
APBD Kota Bekasi 2023 Rp5,9 Triliun, Tri Adhianto: Kita Fokus 3 Hal
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
15 menit yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
40 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
2 jam yang lalu
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
8 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved