Panitia Diksar Mapala UII Yogyakarta Mengaku Bersalah

Jum'at, 27 Januari 2017 - 19:22 WIB
Panitia Diksar Mapala...
Panitia Diksar Mapala UII Yogyakarta Mengaku Bersalah
A A A
YOGYAKARTA - Panitia Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi Yogyakarta merasa bersalah atas kematian tiga mahasiswa UII Yogyakarta. Mereka siap mempertanggungjawabkan secara hukum atas musibah yang terjadi.

Ketua Mapala Unisi Yogyakarta, Imam Nooriski menyesalkan musibah luar biasa ini terjadi. Tewasnya tiga mahasiswa ini tidak ada yang menginginkan terjadi, termasuk pengurus, keluarga besar Mapala Unisi dan seluruh civitas kampus.

"Tentu rasa bersalah itu ada pada pundak kami, karena semua ini terjadi di dalam kepengurusan Mapala Unisi saat ini," katanya dalam keterangan pers, Jum'at (27/1/2017).

Imam menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya pada kedua orangtua almarhum dan seluruh keluarga besarnya.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh keluarga besar Universitas Islam Indonesia, segenap civitas akademik, alumni, dan seluruh rekan mahasiawa karena perbuatan kami yang mencoreng nama baik almamater ini.

"Kami pengurus Mapala Unisi mohon maaf baru saat ini memberi penjelasan dan klarifikasi ke teman-teman media, terkait musibah yang menimpa kami dan almarhum," katanya.

Ketika musibah ini terjadi, organisasi yang bernaung dibawah rektorat itu langsung melakukan koordinasi secara cepat. Hasilnya, disepakati informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat dan media hanya satu pintu.

"Terkait musibah ini hanya akan disampaikan Humas Universitas agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita dan kesalahpahaman penyampaian," katanya.

Pihak kampus merespon cepat dengan membentuk tim investigasi. Hingga saat ini, tim investigasi masih mencari fakta yang menjadi penyebab musibah ini terjadi. Saat ini tim masih bekerja, dia meminta masyarakat bersabar menunggu hasilnya.

"Saya tegaskan, saya menyerahkan sepenuhnya proses ini pada tim investigasi yang dibentuk dan menerima dengan lapang dada apapun hasil yang didapat," katanya.

"Jika nantinya tim menemukan kejanggalan dengan adanya kekerasan fisik, sehingga menyebabkan korban jiwa, saya selaku Ketua Mapala Unisi dan pengurus siap mempertanggungjawabkan itu semua," katanya.

Jika ini memungkinan untuk dijadikan bukti pidana yang akan dilakukan pihak kepolisian, pihaknya akan bersikap koperatif dan menjunjung tinggi proses hukum tersebut. Civitas kampus juga akan mengawal proses hukum tersebut. (Prabowo)
(sms)
Berita Terkait
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Nikita Mirzani Jalani...
Nikita Mirzani Jalani Sidang Tuntutan Kasus Penganiayaan Terhadap Mantan Suaminya
Bak Ayam Sakit, Ini...
Bak Ayam Sakit, Ini Tampang Pelaku Pemukulan Anak Politisi PDIP Indah Kurnia Usai Menyerahkan Diri
Penangkapan Tersangka...
Penangkapan Tersangka Penganiayaan Wartawan di Kupang
Sadis! Bocah Tewas Dibanting...
Sadis! Bocah Tewas Dibanting Pacar Ibunya karena Rewel saat Sakit
Pria di Palmerah Penganiaya...
Pria di Palmerah Penganiaya Anak Kekasihnya hingga Tewas Ditangkap
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
31 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
39 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
43 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Jutaan Nyamuk Terinfeksi...
Jutaan Nyamuk Terinfeksi Wolbachia Dilepas di Yogyakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved