Sempat Dipotong, Honor Guru Ngaji Dikembalikan

Jum'at, 30 Desember 2016 - 16:43 WIB
Sempat Dipotong, Honor...
Sempat Dipotong, Honor Guru Ngaji Dikembalikan
A A A
PANGANDARAN - Pemotongan pembayaran honor guru ngaji senilai Rp250 ribu oleh salah satu koordinator guru ngaji di Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak akhirnya dikembalikan.

Diketahui bahwa jumlah honor yang seharusnya diterima oleh masing-masing guru ngaji adalah Rp 1.200 ribu, namun terjadi praktik pemotongan oleh salah satu koordinator guru ngaji untuk disetorkan ke MUI Desa Rp.100 ribu, biaya pembuatan proposal Rp.100 ribu dan Rp.50 ribu untuk koordinator.

Kepala Desa Kertaharja Oman Rohman mengatakan, pihaknya telah memanggil para pihak dan telah meminta klarifikasi pemotongan honor guru ngaji tersebut, hasil dari pertemuan pun akhirnya disepakati uang yang telah dipungut dikembalikan kepada yang berhak menerima.

"Kami tidak ingin kejadian serupa terjadi dikemudian hari, untuk persoalan pemotongan yang telah terjadi para pihak akhirnya mengembalikan pungutan," kata Oman.

Masih dikatakan Oman, menyikapi adanya penerima honor fiktif yang bukan guru ngaji tetapi menerima uang, akhirnya uangnya dibayarkan kepada guru ngaji yang tidak menerima honor.

"Jumlah penerima honor sebelumnya sebanyak 95 orang, sedangkan sebenarnya jumlah guru ngaji ada 110, maka yang bukan guru ngaji tetapi sebelumnya menerima honor akhirnya uangnya dikasihkan ke guru ngaji yang tidak mendapat honor," tambah Oman.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani mengatakan, menyikapi kabar telah terjadinya pemotongan uang honor guru ngaji, Bupati Pangandaran telah melayangkan surat kepada para pihak.

"Pak Bupati mengeluarkan surat edaran yang isinya tidak boleh ada pemotongan sepeser pun terkecuali pembayaran pajak," kata Dani.

Dani menambahkan, honor kepada guru ngaji tersebut merupakan program Pangandaran mengaji yang didanai dari APBD senilai Rp8,544 Miliar yang disalurkan untuk 7.117 guru ngaji se Kabupaten Pangandaran.

"Honor yang dibayarkan oleh pemerintah kepada guru ngaji per guru ngaji Rp1.200 dan dikenakan pajak 6 persen, artinya uang tersebut diterima oleh guru ngaji Rp1.128 ribu," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Komisi B DPRD Kobar...
Komisi B DPRD Kobar Tinjau Pasar Indrasari Terkait Pungli terhadap Pedagang
Viral Aksi Pungli Remaja...
Viral Aksi Pungli Remaja di Kemayoran, Kini Lokasi Dijaga Ketat Dishub
Viral SMA Negeri di...
Viral SMA Negeri di Denpasar Bali Pungut Uang Pengadaan AC Rp1,5 Juta
Deretan Korban Pungutan...
Deretan Korban Pungutan Liar Rumah Tahanan KPK
Warga Harap Oknum Lurah...
Warga Harap Oknum Lurah Terlibat Kasus Pungli Segera Divonis
Pelindo III Siap Tindak...
Pelindo III Siap Tindak Tegas Pelaku Pungutan Liar
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
2 jam yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
3 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
3 jam yang lalu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved