Angka Kematian Ibu Melahirkan di Pangandaran Meningkat

Rabu, 14 Desember 2016 - 14:07 WIB
Angka Kematian Ibu Melahirkan...
Angka Kematian Ibu Melahirkan di Pangandaran Meningkat
A A A
PANGANDARAN - Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan di Pangandaran meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, tahun 2015 angka kematian ibu melahirkan sebanyak 3 orang, sedangkan pada tahun 2016 mencapai 8 orang.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat (Kabid Binkesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi mengatakan, rata-rata kasus kematian pada ibu melahirkan disebabkan hipertensi pada kehamilan dan penyakit jantung, selain itu juga disebabkan shock, pendarahan dan serangan DBD.

"Kasus kematian ibu di tahun 2015 terjadi di Kecamatan Cijulang 1 orang, Kecamatan Kalipucang 1 orang dan Kecamatan Cigugur 1 orang," kata Yadi.

Dia menambahkan, di tahun 2016 di Kecamatan Parigi 3 orang, Kecamatan Cimerak 1 orang, Kecamatan Pangandaran 2 orang dan Kecamatan Sidamulih 2 orang.

"Dari kasus kematian ibu yang terjadi diantaranya ibu nipas sebanyak 4 orang, saat bersalin 3 orang dan saat hamil 1 orang," tambahnya.

Untuk mengantisipasi kasus tersebut pihak Dinas Kesehatan telah melaksanakan peningkatan kompetensi bidan dalam penanganan gawat darurat dan melakukan riview maternal parimental.

"Jumlah bidan yang ada di Kabupaten Pangandaran 138 orang, diantaranya 43 bidan desa pegawai tidak tetap (PTT), 34 bidan desa berstatus PNS, 48 bidan puskesmas dan 13 bidan PTT Poned," papar Yadi.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Keluarga (Kasi Kesga) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yati mengatakan, untuk angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pangandaran mengalami penurunan.

"Tahun 2015 angka kematian bayi sebanyak 60 bayi, sedangkan tahun 2016 sebanyak 51 bayi," kata Yati.

Penyebab kematian bayi tersebut disebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, selain itu juga banyak kasus yang terjadi karena aspixsia atau susah bernafas.
Selain dua faktor tersebut, kasus kematian bayi juga banyak terjadi lantaran proses persalinan yang lama.

"Idealnya, proses persalinan untuk melakukan antisipasi rawan kematian ibu dan bayi dilakukan dalam kurun waktu 30 menit hingga proses melahirkan," tambahnya.

Yati menjelaskan, kasus kematian ibu dan bayi yang lambat penanganan lantaran harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar atau RSUD Kabupaten Ciamis atau ke klinik bersalin.

"Perjalanan dari Kabupaten Pangandaran menuju Kota Banjar atau Kabupaten Ciamis memerlukan waktu 2 hingga 3 jam, sedangkan ideal penanganan dalam kurun waktu 30 menit," jelas Yati.

Dengan lamanya perjalanan dari Kabupaten Pangandaran ke Kota Banjar atau Kabupaten Ciamis maka akan berpotensi pada rawannya terjadi kematian ibu dan bayi.

"Tahun 2017 semoga sarana dan fasilitas di RSUD Kabupaten Pangandaran sudah memadai, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat terminimalisasi," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
85 Bayi di Blitar Lahir...
85 Bayi di Blitar Lahir Meninggal Dunia, Dipengaruhi Kesehatan Ibu
Bangkalan Gempar, Seorang...
Bangkalan Gempar, Seorang Wanita Melahirkan 4 Bayi Kembar, Semuanya Meninggal
USAID Dorong Peran Fasyankes...
USAID Dorong Peran Fasyankes Swasta Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan
Siap-siap! Selain Biaya...
Siap-siap! Selain Biaya Sekolah, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak
Viral! Seorang Ibu di...
Viral! Seorang Ibu di Indramayu Melahirkan di Pinggir Jalan saat Menuju Puskesmas
Peran Penting Perawatan...
Peran Penting Perawatan Kesehatan Ibu setelah Melahirkan bagi Masa Depan Si Kecil
Berita Terkini
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
32 menit yang lalu
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
10 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
10 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
11 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
12 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved