Atasi Kekurangan Guru, Disdik Bakal Merger Sekolah

Jum'at, 18 November 2016 - 03:52 WIB
Atasi Kekurangan Guru,...
Atasi Kekurangan Guru, Disdik Bakal Merger Sekolah
A A A
CIREBON - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon siap melakukan merger sekolah yang berlokasi di satu komplek guna memiminalisir kekurangan guru akibat pemerintah pusat belum mencabut moratorium. Kepala Disdik Kota Cirebon, Jaja Sulaeman menyatakan, merger yang dimaksud berupa manajemen sekolah, bukan bangunannya. Rencananya, merger akan dilakukan bertahap.

"Kalau ada kepala sekolah yang pensiun di salah satu sekolah yang berada dalam satu komplek dengan sekolah lain, sekolah yang ditinggalkan kepala sekolah tersebut akan dimerger. Tak ada lagi pengangkatan kepala sekolah," ucap Jaja, Kamis (17/11).

Selain mengatasi kekurangan guru, merger dipandang dapat menghindari persaingan tak sehat antar sekolah yang ada dalam satu komplek. Meski begitu, Jaja menjamin, dalam proses merger manajemen sekolah, pihaknya tak akan melakukan penambahan rombongan belajar (rombel) mengingat adanya keterikatan antara tenaga pendidik dan sarana sekolah.

"Kalau ada penambahan rombel, harus ada penambahan tenaga pendidik serta sarana," cetusnya.

Disdik juga akan mendata seluruh guru dan kepala sekolah se-Kota Cirebon, khususnya yang akan pensiun pada 2017 dan 2018 mendatang. Melalui pendataan menyeluruh, dia meyakinkan, akan diketahui total kekurangan guru dan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, sambungnya, kepala sekolah diintruksikan untuk mengangkat honorer guna membantu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tak hanya tenaga pendidik, kekurangan juga dialami pada pejaga sekolah dan tenaga Tata Usaha (TU) di beberapa sekolah.

Terpisah, Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis meminta Disdik memohon diskresi pada kementerian terkait. Kekurangan guru terjadi akibat pengangkatan guru honor menjadi PNS tak dibolehkan, sedangkan di sisi lain tak sedikit guru PNS yang pensiun. "Makanya kami berupaya minta diskresi kepada kementerian agar tenaga honorer jadi guru PNS," tuturnya.

Dia tak menampik ada beberapa sekolah yang hanya memiliki tiga guru. Karena itu, dia menjanjikan, kepala disdik akan berupaya mengangkat guru honorer dengan seizin kementerian terkait untuk meminta diskresi.

"Merger sekokah itu salah satu langkah bagus, setidaknya tak perlu banyak kepala sekolah. Tapi, kekurangan guru kan tak bisa dimerger," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan meminta izin pengangkatan tenaga honorer. Dia meyakinkan, kekurangan PNS sejatinya terjadi pada tingkatan pemerintah pusat mengingat hingga kini pusat melakukan moratorium rekrutmen PNS.
(nug)
Berita Terkait
Pemkot Tangerang Pastikan...
Pemkot Tangerang Pastikan 146 Sekolah Swasta Gratis
Kunjungi Kota Cirebon,...
Kunjungi Kota Cirebon, KPK Soroti Tapping Box di Sektor Usaha
Pemkot Samarinda Apresiasi...
Pemkot Samarinda Apresiasi Program Ekosistem Pendidik Profesional
Yayasan Alazka Jakarta-Pemkot...
Yayasan Alazka Jakarta-Pemkot Palopo Kolaborasi Hadirkan Pendidikan Berkualitas
Soal Jadwal Masuk Sekolah,...
Soal Jadwal Masuk Sekolah, Dinas Pendidikan Salatiga Tunggu Rekomendasi Pemkot
New Normal, Angkot di...
New Normal, Angkot di Kota Cirebon Disemprot Disinfektan
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
49 menit yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
1 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
4 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
8 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
8 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved