Pergerakan Tanah di Ciherang Makin Meluas

Senin, 14 November 2016 - 02:59 WIB
Pergerakan Tanah di...
Pergerakan Tanah di Ciherang Makin Meluas
A A A
SUMEDANG - Intensitas curah hujan yang masih tinggi menyebabkan pergerakan tanah di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang kembali terjadi dan kian meluas.

Meski bencana pergerakan tanah berpotensi besar memicu kembali terjadi bencana longsor, namun puluhan KK (Kepala keluarga) di wilayah itu masih memilih tetap bertahan.

Warga Dusun/Desa Ciherang Ujang Rukmana mengaku, hingga saat ini, meski sebagian rumahnya sudah mulai ambruk dan miring hingga 20 derajat akibat pergerakan tanah, namun belum mau pindah karena belum ada kejelasan dari Pemkab Sumedang.

"Kami belum pindah karena hingga saat ini pemerintah belum minta kami untuk pindah. Karena itu kami memilih tetap bertahan, kalau pun pindah tanpa kejelasan status dari pemerintah, bagaimana jadinya nasib kami ke depan?" ujarnya.

Belum ada kejelasan status dari pemerintah ini, kata dia, membuat keluarga Ujang (7 jiwa) beserta puluhan KK lainnya yang menghuni rumah di sepanjang Jalan Raya Bandung - Cirebon ini memilih bertahan.

"Memang untuk warga korban longsor Cimareme, Pasanggrahan Baru dan sebagian warga di Ciherang sudah mulai pindah ke lokasi relokasi di Sakurjaya (Ujungjaya) karena diminta pemerintah, tapi sebagian lainnya juga masih banyak yang bertahan karena memang, untuk yang bertahan ini belum diminta pemerintah untuk pindah," akunya.

Dia menyebutkan, pergerakan tanah yang terjadi di wilayahnya tak hanya disebabkan masih tingginya curah hujan, tapi juga andil masih masih tingginya mobilisasi truk besar yang melintas di jalan nasional penghubung Bandung - Cirebon tersebut.

"Saat kemarau pun, di sini, tak jarang terjadi pergerakan tanah akibat getaran yang ditimbulkan truk besar saat melintas. Dan sudah beberapa kali kami memerbaiki rumah retak akibat pergerakan tanah ini. Karena itu, kami berharap ada solusi tepat yang ditawarkan kepada warga. Jangan sebatas merelokasi tapi tidak jelas ke depannya gimana," sebutnya.
(nag)
Berita Terkait
Bencana Tanah Bergerak...
Bencana Tanah Bergerak di Bogor
Tanah Bergerak di Cianjur...
Tanah Bergerak di Cianjur Meluas, Akses Jalan dan Perkebunan Rusak
Begini Kondisi Desa...
Begini Kondisi Desa Bojong Koneng Pasca 10 Hari Bencana Tanah Bergerak
2.453 Warga Mengungsi...
2.453 Warga Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Padasari Tegal
Diguyur Hujan Belasan...
Diguyur Hujan Belasan Jam, Belasan Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah
Puluhan Bangunan Hancur...
Puluhan Bangunan Hancur akibat Pergeseran Tanah, Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
20 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
42 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved