Taksi di Bandung Ogah Gunakan Sistem Online

Rabu, 02 November 2016 - 15:58 WIB
Taksi di Bandung Ogah...
Taksi di Bandung Ogah Gunakan Sistem Online
A A A
BANDUNG - Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi pasrah ditolak para sopir yang berdemo di Balai Kota Bandung, Rabu (2/11/2016).

Padahal ia bermaksud memberi penjelasan soal keberadaan taksi online yang kebijakannya ada di tangan pemerintah pusat.

Para demonstran sendiri menginginkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir di lokasi. Tapi pria yang akrab disapa Emil itu tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta.

Soal penolakan itu, Didi menanggapinya dengan santai. Ia tidak mempermasalahkan sikap para sopir yang taksi yang menyemut di lokasi. "Mereka mungkin punya ekspektasi besar kepada Wali Kota Bandung," kata Didi.

Soal janji Ridwan Kamil yang enam bulan lalu melarang taksi online beroperasi, ia tidak bisa bicara terlalu jauh. Sebab aturan terkait taksi online menurutnya bukan ranah Pemkot Bandung, melainkan pemerintah pusat.

Sementara terkait taksi konvensional, ia menyebut harusnya pengusaha taksi mengikuti perkembangan zaman. Saat pemesanan taksi bisa dilakukan secara online atau menggunakan aplikasi, taksi konvensional juga harusnya menggunakan pola serupa.

"Pelayanan itu kan berkembang. Sekarang orientasinya rata-rata berkembang ke luar (mengikuti kebutuhan konsumen), bukan ke dalam. Masyarakat ingin kemudahan," ungkapnya.

Dishub sendiri sudah menawarkan kepada pengusaha taksi untuk menggunakan aplikasi agar pemesanan taksi bisa dilakukan secara online. Bahkan sudah ada pihak yang siap membuat aplikasi tersebut.

"Kita sudah menawarkan agar mereka menggunakan sistem online. Tapi mereka masih berprinsip seperti ini (konvensional). Saat itu belum ada jawaban dan tidak ada tindak lanjut. Ada yang bilang kemahalan dan lain-lain," jelas Didi.

Ia pun mengingatkan bahwa perkembangan zaman terus bergulir. Di luar negeri, bahkan sistem online sudah begitu meluas. Begitu juga di Indonesia, kebutuhan masyarakat ikut menyesuaikan.

"Harusnya taksi konvensional juga ikut bertransformasi biar tidak ketinggalan zaman," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Demonstrasi (Unjuk Rasa)...
Demonstrasi (Unjuk Rasa) Empatik
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Ada Demo Kawal Keputusan...
Ada Demo Kawal Keputusan MK, Masyarakat Diimbau Hindari Jalan Ini
47 Orang Tewas dalam...
47 Orang Tewas dalam Demonstrasi Berdarah di Peru
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi...
AS Nyatakan Dukung Demonstrasi Warga Lebanon
Aksi Demonstrasi di...
Aksi Demonstrasi di Iran Makan Korban
Berita Terkini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
35 menit yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
2 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
14 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
14 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
15 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved