Menghilangnya Orang yang Diduga Menyimpan Uang Dimas Kanjeng

Senin, 03 Oktober 2016 - 11:26 WIB
Menghilangnya Orang...
Menghilangnya Orang yang Diduga Menyimpan Uang Dimas Kanjeng
A A A
PASURUAN - Seorang warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, DW, yang dikabarkan menyimpan uang milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi, menghilang dari kediamannya. Ia diketahui menyimpan uang sebesar Rp1 triliun milik Dimas Kanjeng yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggandaan uang.

Menurut keterangan tetangganya, Joko, di kalangan warga setempat DW dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia tinggal di sebuah rumah yang megah dan luas. Setiap hari, rumah tersebut dijaga sekitar 10 orang. Tidak semua orang bisa masuk dan bertemu DW di kediamannya.

"Rumahnya selalu dijaga ketat, ada sekitar sepuluh orang. Dia dikenal orang yang baik dan dermawan. Tapi tidak setiap hari ada di rumahnya," kata Joko.

Menurutnya, DW merupakan warga pendatang dari Probolinggo. Ia tinggal di Desa Gunung Gangsir setelah menikah dengan warga setempat. Selama itu pula, tidak banyak warga yang mengetahui mata pencarian DW.

"Pada saat-saat tertentu ia sering membagi-bagikan sedekah berupa uang kepada warga miskin di sekitar tempat tinggalnya. Sejak Dimas Kanjeng ditangkap polisi, ia tidak kelihatan ada di rumahnya," kata Joko.

Kabar adanya penyimpanan uang yang dilakukan warga Pasuruan ini diketahui dari dialog anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir dengan Dimas Kanjeng di Mapolda Jatim. Menurut Dimas Kanjeng, ia menitipkan uang yang diduga berasal dari para pengikutnya kepada DW sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliiun.

DW merupakan salah seorang sultan dari 150 orang sultan yang dilantik Dimas Kanjeng Taat Pribadi. "Uang Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dalam bentuk rupiah dan dolar, kini disimpan di rumahnya DW. Ia merupakan salah satu sultan yang dilantik Taat Pribadi bersama sekitar 150 sultan yang lain," kata Adies Kadir.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengungkapkan indikasi kebenaran informasi tersebut. Ia juga mendapat informasi dari Kapolsek Beji dan Sekdes Gunung Gangsir tentang dugaan keterlibatan DW sebagai orang dekat Dimas Kanjeng. Dia pun sudah mendapat laporan tentang DW. "Ia memiliki rumah besar berlantai tiga. Ia memang sering bagi-bagi uang kepada warga sekitar," kata Bupati Irsyad Yusuf.

Menurut Irsyad, kebenaran informasi bahwa DW menyimpan uang yang berasal dari Dimas Kanjeng tersebut masih dilakukan pendalaman. Karena, pada saat ini, DW menghilang dari tempat tinggalnya.
(zik)
Berita Terkait
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Praktik Penggelapan di Yayasan UMK, Uang Mengalir ke Dimas Kanjeng
Mirip Kanjeng Dimas,...
Mirip Kanjeng Dimas, Viral di Medsos Seorang Pria Gandakan Uang Pecahan Rp100 Ribu
3 Fakta Padepokan Wewe...
3 Fakta Padepokan Wewe Gombel, Tempat Orang Terbuang Perbaiki Diri
Kisah Mistis Sultan...
Kisah Mistis Sultan Agung Menikah dengan Ratu Kidul demi Kekuasaan Mataram Islam
Lirik Selawat Nasabe...
Lirik Selawat Nasabe Kanjeng Nabi Lengkap dengan Artinya
Perjalanan Gaib Yudhis,...
Perjalanan Gaib Yudhis, Terjebak dalam Padepokan Mistis
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
23 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
40 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
48 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved