Meski Menang di PTUN, Warga Yakin Ahok Pasti Ingkar

Rabu, 28 September 2016 - 16:04 WIB
Meski Menang di PTUN,...
Meski Menang di PTUN, Warga Yakin Ahok Pasti Ingkar
A A A
JAKARTA - Warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan saat ini masih melakukan tindakan class action di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Meski dalam persidangan nanti hasilnya warga bakalan menang, entah mengapa warga Bukit Duri yakin jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tak bakal mau memberikan ganti rugi terhadap warga.

Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi mengatakan, kalau masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran Kali Ciliwung itu memiliki surat seperti verpounding. Selain itu, masyarakat pun memiliki sertifikasi prona dan narasita di kawasan tersebut.

"Nah kan gila tuh. Masa Gubernur mengkritik pemberian prona dan narasita itu pada warga. Bayangkan itu pemerintah pusat dahulu loh yang beri prona," ujarnya pada wartawan di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016).

Dia mengakui, walaupun dirinya bukan dari kalangan ahli hukum, tapi dia tahu tentang hukum kesetaraan. Sehingga, warga yang diberikan sertifikasi prona itu mengajukan class action ke PTUN dan saat ini sidang pun tengah berlangsung.

"Kadang kami berpikir demi kepentingan umum (itu penertiban). Tapi kenapa yang harus berkorban rakyat miskin. Bandingkan dengan rumah di pulau G, sama tidak punya IMB. Tapi di sini punya surat. Kenapa di sini digusur? Semua harusnya setara dalam hukum," katanya.

Maka itu, dia mempertanyakan keadilan yang ada di Indonesia. "Sekarang mana bukti ini demi keadilan sosial," imbuhnya.

Dia juga yakin, apabila gugatan class action di PTUN itu dimenangkan warga, Gubernur Ahok tetap gak bakal mau menuruti putusan tersebut. Sebab semua orang tahu, Ahok merupakan orang yang ucapannya tak bisa dipegang.

"Kami tahu, seandainya menang pun, tetap tuntutan kami tidak dipenuhi, yang penting secara moral kami bersaksi atas rakyat kecil. Kalaupun menang kami bangga berdasarkan keadilan," katanya.

Dia menjelaskan, warga pun enggan melakukan perlawanan dengan kekerasan pada aparat yang menggusur. Karena warga Bukit Duri hanya ingin merepresentasikan warga Jakarta yang selalu menerima kezaliman dari pemimpinnya. Namun, warga tetap tak akan tunduk akan penggusuran itu

"Pak Gubernur tinggal di bantaran sungai. Di laut apa bedanya dengan di sini. Tapi di sini dirobohkan, saya yakin mereka pasti tertawa terkekeh lihat kami menderita begini," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
7 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
8 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
9 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
9 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved