Ribuan Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi Mulai Diserang Penyakit

Senin, 26 September 2016 - 18:45 WIB
Ribuan Pengikut Dimas...
Ribuan Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi Mulai Diserang Penyakit
A A A
PROBOLINGGO - Petugas tim medis gabungan dari Dinas Kesehatan dan Polres Probolinggo melakukan pemeriksaan terhadap pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang masih bertahan di kamp-kamp padepokan.

Pemeriksaan ini untuk mendeteksi gangguan penyakit yang dialami para pengikut 'dukun' pengganda uang, setelah tinggal di pemukiman yang tidak layak huni.

Para petugas medis ini menyisir kamp-kamp yang menampung ribuan pengikut Dimas Kanjeng yang masih bertahan di padepokan. Hanya saja, tidak semua penghuni bersedia memeriksakan diri kepada petugas medis.

Mereka memilih menghindar dan menjauh dari kamp penampungan yang terbuat dari tenda plastik tersebut.

Kepala Puskesmas Gading Kabupaten Probolinggo dr Syaiful Bahri mengungkapkan, buruknya kondisi lingkungan dan sanitasi di kamp penampungan menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit.

Para pemukim ini rentan terserang penyakit diare dan penyakit kulit seperti gatal-gatal.

"Pemukiman padat yang kumuh dan buruknya sanitasi menjadi penyebab penyebaran penyakit. Warga yang terserang penyakit dapat dengan mudah menularkan penyakit yang dideritanya kepada penghuni lain," kata dr Syaiful Bahri, Jumat (26/9/2016).

Dari pemeriksaan yang dilakukan di kamp pemukiman, sebagian besar mengidap penyakit diare dan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Para pemukim ini telah diberikan obat-obatan antidiare dan antibiotik agar tidak menyebar ke pemukim lainnya.

"Kami menyediakan obat-obatan khusus untuk mereka yang bermukim di tenda. Mereka yang terserang diare diberikan antibiotik dan obat antidiare. Hal ini agar tidak menular kepada warga lainya," tandas Syaiful Bahri.

Pihaknya berharap agar para pemukim ini segera meninggalkan kamp penampungan dan kembali ke tempat tinggalnya. Karena jika masih terus bertahan, akan memperburuk kondisi fisiknya.

Diperkirakan, terdapat 100 tenda penampungan yang berdiri di dalam areal padepokan Dimas Kanjeng yang dihuni ribuan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah seorang pengikut Dimas Kanjeng, Zulfikar mengakui bahwa kondisi lingkungan di kamp penampungan tidak memenuhi syarat tempat tinggal. Puluhan bahkan ratusan orang bermukim dan tidur di dalam tenda selama kurun waktu bulanan hingga tahunan.

Selama ini, para pendatang tersebut tidak pernah mempersoalkan ketidaklayakan pemukiman yang ditinggalinya. Karena hal itu bagian dari lelakon yang harus dijalani selama menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

"Setiap hari, kami tidur, makan, dan beraktivitas di dalam tenda. Semua dilakukan dengan ikhlas tanpa ada yang mengeluh. Tinggal di tenda adalah bagian dan syarat untuk menjadi pengikut Dimas Kanjeng," kata Zulfikar.
(san)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
19 menit yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
34 menit yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
37 menit yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
57 menit yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
1 jam yang lalu
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved