Mengungsi Akibat Longsor, 614 Jiwa Hanya Bawa Baju di Badan
Rabu, 21 September 2016 - 14:16 WIB
Mengungsi Akibat Longsor, 614 Jiwa Hanya Bawa Baju di Badan
A
A
A
SUMEDANG - Sebanyak 614 jiwa korban longsor asal Desa Ciherang, dan Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa selimut, pakaian, popok bayi, hingga susu.
Korban longsor yang terdiri dari 150 KK asal Dusun Karangmulya, Sukasari, dan Cimareme ini, sejak Rabu dinihari (21/9/2016) pukul 02.00 WIB mengungsi dan tinggal sementara di GOR Tadjimalela, Sumedang.
"Malam itu semuanya panik, karena hujan besar dan sering terdengar suara gemuruh. Dibantu polisi kami keluar dari rumah dan mengungsi ke sini sejak tadi pagi pukul 02.00 WIB.
Karena panik, dari rumah kami tidak membawa apa-apa selain baju di badan," ujar Suhendi, (48) dan Ade Karmini (48) warga Dusun Sukasari RT 05/03, Ciherang, Sumedang Selatan kepada Koran SINDO di GOR Tadjimalela.
Saat ini, kata dia, warga sangat membutuhkan bantuan berupa pakaian (baju dan celana), selimut, popok bayi, hingga susu mengingat banyak warga yang masih memiliki bayi.
"Kalau makanan sudah ada dari petugas. Yang paling kami butuhkan saat ini pakaian, selimut, popok bayi dan susu untuk bayi kami. Karena dari rumah kondisinya panik sehingga tidak membawa apapun selain baju di badan," tuturnya.
Sementara, Kepala BPDB Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, total warga yang dievakuasi sebanyak 614 jiwa dari 150 KK.
Di lokasi evakuasi telah siaga BPBD Sumedang, Polres Sumedang, Kodim 0610/Sumedang, PMI Sumedang, dan Dinkes Sumedang.
"Yang dibutuhkan dan masih kurang saat ini adalah dispenser. Dispenser penting untuk kebutuhan air bagi warga," tandasnya.
Korban longsor yang terdiri dari 150 KK asal Dusun Karangmulya, Sukasari, dan Cimareme ini, sejak Rabu dinihari (21/9/2016) pukul 02.00 WIB mengungsi dan tinggal sementara di GOR Tadjimalela, Sumedang.
"Malam itu semuanya panik, karena hujan besar dan sering terdengar suara gemuruh. Dibantu polisi kami keluar dari rumah dan mengungsi ke sini sejak tadi pagi pukul 02.00 WIB.
Karena panik, dari rumah kami tidak membawa apa-apa selain baju di badan," ujar Suhendi, (48) dan Ade Karmini (48) warga Dusun Sukasari RT 05/03, Ciherang, Sumedang Selatan kepada Koran SINDO di GOR Tadjimalela.
Saat ini, kata dia, warga sangat membutuhkan bantuan berupa pakaian (baju dan celana), selimut, popok bayi, hingga susu mengingat banyak warga yang masih memiliki bayi.
"Kalau makanan sudah ada dari petugas. Yang paling kami butuhkan saat ini pakaian, selimut, popok bayi dan susu untuk bayi kami. Karena dari rumah kondisinya panik sehingga tidak membawa apapun selain baju di badan," tuturnya.
Sementara, Kepala BPDB Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, total warga yang dievakuasi sebanyak 614 jiwa dari 150 KK.
Di lokasi evakuasi telah siaga BPBD Sumedang, Polres Sumedang, Kodim 0610/Sumedang, PMI Sumedang, dan Dinkes Sumedang.
"Yang dibutuhkan dan masih kurang saat ini adalah dispenser. Dispenser penting untuk kebutuhan air bagi warga," tandasnya.
(sms)