Balai Arkeologi Temukan Benda Bersejarah di Gunung Mas

Rabu, 14 September 2016 - 12:23 WIB
Balai Arkeologi Temukan...
Balai Arkeologi Temukan Benda Bersejarah di Gunung Mas
A A A
GUNUNG MAS - Tim Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menemukan benda-benda bersejarah selama penelitian di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah beberapa pekan terakhir. Hal itu disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Gumas, Suprapto Sungat.

"Benda-benda yang ditemukan di sekitar Desa Hatapang usianya cukup lama. Jumlah benda-benda yang ditemukan kurang lebih 12 kardus. Kemarin Bapak Bupati Gunung Mas juga telah meninjau dan melihat hasil temuan itu," kata Suprapto di ruang kerjanya, Rabu (14/9/2016).

Ia melanjutkan, arkeolog dari Balai Arkeologi Banjarmasin ruang lingkup kerjanya mencakup seluruh Pulau Kalimantan. Tim telah menemukan benda peninggalan orang-orang zaman dahulu seperti peralatan rumah tangga, termasuk jenis manas atau lilies, tusuk konde, dan beberapa benda lainnya.

Menurut Suprapto, penelitian dan penggalian benda bersejarah di Desa Hatapang berawal dari kegiatan penguatan nilai budaya yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) Republik Indonesia pada 2015. Dalam kegiatan itu, seluruh guru bidang studi sejarah berkumpul di Kabupaten Gumas.

"Dalam kegiatan penguatan nilai budaya itu dilakukan kunjungan ke lapangan yaitu ke tugu (situs) Tambun Bungai di Desa Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah dan ke Betang Toyoi di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan."

Kemudian, lanjut dia, dalam perjalanan dari Desa Tumbang Pajangei menuju Desa Tumbang Malahoi melewati Desa Hatapang. Dalam kesempatan itu, Suprapto mengajak direktur Kebudayaan Kemendikbud kala itu, untuk melihat sisa peninggalan orang pada zaman dulu yang masih ada di Desa Hatapang.

"Setelah mereka melihat itu, terutama Direktur Kebudayaan sangat tertarik untuk dilakukan penelitian. Sehingga beberapa hari yang telah lewat tim dari Balai Arkeologi telah melakukan penelitian dan penggalian."

Menurut Suprapto, penelitian dan penggalian yang dilakukan saat ini merupakan tahapan awal untuk mengungkap fakta sejarah peradaban masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, kususnya di Desa Hatapang.

"Sebagian dari hasil temuan akan dibawa untuk dilakukan penelitian, tentang sejauh mana usia peradaban yang ada di situ (Desa Hatapang). Hasil temuan juga disimpan di gedung arsip, karena kita belum memiliki museum."
(zik)
Berita Terkait
Begini Cara Ilmuwan...
Begini Cara Ilmuwan Memperkirakan Usia Benda-benda Purbakala
Tembok Purba Berusia...
Tembok Purba Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Peru
Arkeolog Temukan Arca...
Arkeolog Temukan Arca dan Lingga di Situs Srigading Malang
Misteri Batu Altar Stonehenge...
Misteri Batu Altar Stonehenge Seberat 6 Ton Akhirnya Terungkap
3 Arca dan Benda Bersejarah...
3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading Jadi Temuan Tertua di Jawa Timur
Peti Mati Raksasa Berusia...
Peti Mati Raksasa Berusia 2.300 Tahun Ditemukan di Thailand
Berita Terkini
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
1 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
1 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
3 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
4 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved