BEM UI Kesal Rekaman Dialog dengan Menko Luhut soal Reklamasi Jakarta Dihapus

Rabu, 14 September 2016 - 10:19 WIB
BEM UI Kesal Rekaman...
BEM UI Kesal Rekaman Dialog dengan Menko Luhut soal Reklamasi Jakarta Dihapus
A A A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menolak keputusan Menko Maritim Luhut B Panjaitan untuk tetap melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. BEM UI pun menyayangkan sikap Kemenko Maritim yang menghapus rekaman dialog antara mahasiswa dengan Menko Luhut soal reklamasi Jakarta.

Ketua BEM UI Arya Adiansyah mengatakan, pada Selasa, 13 September 2016 kemarin telah mengadakan dialog dengan Menko Maritim Luhut B Panjaitan. Dalam dialog ini, lanjut Arya, BENM UI menyatakan penolakan keputusan Menko Maritim untuk tetap melanjutkan proyek ambisius ini, dengan pertimbangan proyek reklamasi menabrak putusan hukum oleh PTUN yang menyatakan pembangunan Pulau G sebagai bagian dari proyek reklamasi Teluk Jakarta harus dihentikan.

Selain itu, dengan melanjutkan reklamasi maka pemerintah telah menutup mata dengan proses moratorium yang sedang dilakukan. Arya melanjutkan, pengabaian terhadap keputusan PTUN terhadap proses moratorium ini sama saja dengan melecehkan dan melanggar hukum.

"Proyek reklamasi hanya akan mematikan pendapatan dan nasib nelayan pesisir pantai utara Jakarta. Kebijakan satu arah ini jelas tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan untuk kehidupan nelayan," kata Arya dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu (14/9/2016).

Arya menuturkan, reklamasi Teluk Jakarta hanya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan, terutama ekosistem laut Teluk Jakarta. Pemerintah abai dan tidak terbuka dengan analisa dampak lingkungan dari proyek reklamasi.

"Kita juga menyayangkan tindakan pihak Kemenko Maritim yang menghapus rekaman dialog ini. Padahal rekaman tersebut dapat menjadi bentuk keterbukaan rencana pemerintah soal proyek reklamasi Teluk Jakarta seperti yang telah dipaparkan oleh Menko Luhut dalam dialog tersebut," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
21 menit yang lalu
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
29 menit yang lalu
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
2 jam yang lalu
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
2 jam yang lalu
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
2 jam yang lalu
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved