Irianto Jadi Anggota Satgas Gubernur untuk Iklim dan Hutan Dunia

Selasa, 06 September 2016 - 16:43 WIB
Irianto Jadi Anggota...
Irianto Jadi Anggota Satgas Gubernur untuk Iklim dan Hutan Dunia
A A A
GUADALAJARA - Sebagai provinsi yang memiliki kawasan hutan yang luas, Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi paru-paru dunia. Peran penting Kaltara dalam iklim dunia ini membuat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menjadi anggota Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (Governor’s Climate and Forests Task Force/GCF).

Penetapan Irianto sebagai anggota baru GCF secara resmi dilakukan usai rapat pleno GCF di ruang pertemuan Hotel Fiesta Americana, Jalisco, Guadalajara, Meksiko, Senin 29 Agustus 2016.

”Alhamdulillah pada rapat pleno GCF, Kaltara ditetapkan secara aklamasi sebagai anggota baru GCF. Ini merupakan hal yang istimewa karena biasanya perlu waktu dua tahun sebagai penunjang dulu (observer) sebelum ditetapkan sebagai anggota,” kata Irianto.

GCF juga melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Executive Secretary Badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah perubahan iklim yaitu UNFCCC. Irianto menjelaskan, saat ini GCF beranggotakan 34 negara bagian atau provinsi dari 11 negara di dunia, termasuk negara bagian California (Amerika Serikat) sebagai penggagas pertama.

Kaltara beruntung dapat langsung diterima sebagai anggota baru GCF. Hal ini disebabkan adanya penjelasan yang rasional terkait posisi dan peran Kaltara dalam konstelasi pemanasan global serta perubahan iklim global saat ini maupun masa depan.

Salah satunya terkait keberadaan kawasan hutan lindung seluas 5,1 juta hektare yang tersebar mulai dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam yang dikenal sebagai kawasan Heart of Borneo (HoB). Di dalam HoB terdapat Taman Nasional Kayan Mentarang seluas 1,3 juta hektare yang berada di Kabupaten Malinau dan Nunukan, Kaltara.

”Kita juga mengusulkan agar dunia juga memberikan kontribusi bagi Kaltara yang telah mempertahankan kawasan hutan lindungnya bisa terjaga dengan baik dan masih berfungsi sangat baik sebagai paru-paru dunia,” ujarnya.

Irianto mengatakan, pertemuan dari Senin 29 Agustus 2016 hingga Jumat 2 September 2016 tersebut merupakan kesempatan bagi Kaltara untuk berkolaborasi dan belajar serta menjalin kemitraan baru. Alasannya GFC adalah jaringan yang kuat, di mana secara kolektif merupakan 25% dari negara hutan tropis.
Pendekatan inovatif dilakukan untuk mitigasi perubahan iklim dan tata kelola hutan yang lebih baik. Hal ini terus dilakukan secara berkesinambungan semenjak GFC didirikan pada 2009 lalu.

Salah satunya GFC berusaha memajukan program yurisdiksi untuk mendukung pembangunan perdesaan yang rendah emisi. Termasuk mengurangi emisi dari deforestasi hutan dan penggunaan lahan.

”Di Indonesia, GFC terdiri dari Kaltim, Aceh, Kalbar, Kalteng, Kaltara, Papua, dan Papua Barat. Provinsi tersebut menyumbang 58% tutupan hutan dan kawasan hutan di Indonesia,” ujarnya.

Dengan bergabung dalam GCF, lanjut Irianto, akan terbuka kerja sama global dengan negara anggota dan organisasi internasional non pemerintah. Kerja sama meliputi pelestarian alam, lingkungan, dan kehutanan. Juga pembinaan serta pengembangan masyarakat desa, khususnya masyarakat adat atau lokal.

”Juga program aksi lainnya dalam upaya pengembangan kelembagaan pelestarian sumber daya alam, perumusan, dan penetapan kebijakan pelestarian lingkungan hidup. Termasuk upaya peningkatan kualitas SDM aparatur dan masyarakat di sekitar hutan, petani, dan nelayan,” ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
16.232 Hektare Hutan...
16.232 Hektare Hutan di Kabupaten Gowa Beralih Fungsi
Forum Penyelamat Hutan...
Forum Penyelamat Hutan Jawa Gugat Pemerintah Cabut SK Menteri LHK tentang KHDPK
5 Hektar Hutan Negara...
5 Hektar Hutan Negara Diduga Dikuasai Mantan Pejabat Bima
Program Padat Karya,...
Program Padat Karya, Babel Tanam Mangrove Seluas 500 Hektare
Kebakaran Hebat Landa...
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Hutan Lindung di Sikka
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
2 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
2 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
2 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
3 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
3 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved