Gadis Tuna Rungu dan Tuna Wicara Diperkosa hingga Hamil

Minggu, 04 September 2016 - 16:13 WIB
Gadis Tuna Rungu dan...
Gadis Tuna Rungu dan Tuna Wicara Diperkosa hingga Hamil
A A A
PAKPAK - Seorang Siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Pakpak Barat, warga Desa Cikaok, Kecamatan Sttu Julu, Kabupaten Pakpak Barat, diperkosa pamannya sendiri hingga hamil 27 minggu.

Kasat Reskrim Polres Pakpak Barat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Aleksander Piliang mengatakan, perlakuan bejat paman kandung pelaku ini sudah dilakukan secara berulang-ulang, baik di dalam rumah maupun saat berada di ladang.

“Dari penuturan korban melalui penerjemah bahasa dari pihak sekolahnya mengatakan, korban sudah diperkosa pelaku secara berulang-ulang hingga hamil 27 minggu,” katanya, Minggu (4/9/2016).

Aksi pemerkosaan pertama dilakukan pelaku saat korban berada di rumahnya. Saat itu, korban ditarik paksa ke dalam rumah, lalu tangan korban diikat dengan karet ban. Kemudian pelaku juga memukulnya dan memperkosanya.

“Saat korban berada di luar rumah korban, pelaku menariknya secara paksa. Kemudian, tangan korban diikat pakai karet, lalu diperkosa. Namun, karena korban memberanikan melawan, pelaku menampar dan mengancamnya," terangnya.

Setelah berhasil, pelaku makin ketagihan dan akhirnya pelakuan itu dilakukannya secara berulang-ulang di ladang, di Desa Kuta Ujung, dan di aeral Diklat Pemerintahan Kabupaten Pakpak Barat.

“Aksinya dilakukan pada siang hari, disaat ada kesempatan dan suasana sedang sepi,” terangnya.

Suatu ketika, aksi bejat pelaku sempat dipergoki oleh anak kandung pelaku bernama Yosi Anak Ampun (5,) dan adik pelaku bernama Yanti Anna Anak Ampun (19), yang juga penderita tuna rungu dan tuna wicara.

“Anak dan adik pelaku sempat memergokinya saat berbuat bejat, padahal adik pelaku ini juga seorang penderita tuna rungu dan tuna wicara,” jelasnya.

Meski demikian, aksi bejat pelaku baru terungkap setelah Marsudin Berutu (42), warga Jambu Desa Si Empat Ruben I, Kecamatan Siempat, Pakpak Barat, melaporkan kejadian itu ke Polres Pakpak Barat.

“Berdasarkan hasil visum di RSUD SidiKalang, terungkap kalau korban sudah sering disetubuhi. Sebab selaput darah kemaluan korban sudah sobek, karena berulang-ulang di sodok benda tumpul. Dan korban kini telah hamil 27 minggu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 D Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 20 tahun penjara.

Terpisah, Kanit PPA Polres Pakpak Barat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) K Tamba mengatakan, saat ini kasus pemerkosaan itu masih dalam pemeriksaan intensif. Sebab, pelaku diperkirakan masih akan bertambah satu orang lagi.

"Saksi-saksi sudah diperiksa. Namun, karena korban merupakan seorang tuna rungu dan tuna wicara, penyidik agak kesulitan memeriksa tanpa ada bantuan dari pihak sekolah SLB,” tegasnya.

Begitu juga dengan saksi yang pernah melihat langsung kejadian itu (adik kandung pelaku) juga mengalami penderitaan yang sama dengan korban.

“Saksi korban maupun saksi yang melihat kejadian itu sama-sama tuna rungu dan tuna wicara. Apalagi korban dengan pelaku ternyata satu tempat tinggal. Karena korban merupakan anak yatim piatu,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Haus Seks! Herry Wirawan...
Haus Seks! Herry Wirawan Hanya Bilang Khilaf Usai Perkosa Belasan Santriwati hingga Hamil
Bapak 2 Anak di Merangin...
Bapak 2 Anak di Merangin Tega Cabuli Keponakan Hingga Hamil
LPSK Beri Perlindungan...
LPSK Beri Perlindungan 29 Korban Pemerkosaan Oknum Guru di Bandung
3 Kali Cabuli Siswi...
3 Kali Cabuli Siswi SD, Komang Ditangkap Polresta Denpasar
Polres Pidie Tangkap...
Polres Pidie Tangkap Pelaku Pemerkosaan Terhadap Anak di Bawah Umur
4 Pemuda dan 1 Anak...
4 Pemuda dan 1 Anak Laki-laki Dibekuk Polisi Usai Memperkosa Anak Gadis di Tanggamus
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
24 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved