Empat Anggota Geng Motor Satu Darah Dicekal Keluar Bali
Selasa, 09 Agustus 2016 - 20:36 WIB
Empat Anggota Geng Motor Satu Darah Dicekal Keluar Bali
A
A
A
DENPASAR - Geng motor asal Belanda Satu Darah yang membuat kerusuhan di Club Pyramid satu persatu mulai meninggalkan hotel tempat menginap mereka di Bali.
Saat ini, ada empat orang yang dilarang balik ke negaranya. Diduga, empat orang tersebut yang menjadi dalang kerusuhan di club malam di Jalan Dewi Sri, Kuta Badung.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, saat ini mereka (Geng Satu Darah) sudah mulai meninggalkan hotel mereka.
“Seharusnya mereka di sini sampai besok, namun setelah ada peristiwa itu mereka sudah cek out dari hotelnya masing-masing,” ujarnya, di Denpasar, Selasa (9/8/2016).
Pihaknya menjelaskan, saat ini sudah bekerjsama dengan imigrasi untuk mencekal anggota geng motor Satu Darah keluar dari Bali. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk menangani kasus ini,” paparnya.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV, ada empat orang yang diduga menjadi pelaku kerusuhan yang terjadi pada Senin 8 Agustus 2016, di Club Pyramid, Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung.
“Ada empat yang kami minta kepada imigrasi untuk tidak diizinkan pulang. Mereka semua orang dari Belanda,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku sudah meminta keterangan dari ketua anggota geng tersebut, namun ketua geng asal Belanda ini tidak mengetahui persis anggotanya.
Saat ini, ada empat orang yang dilarang balik ke negaranya. Diduga, empat orang tersebut yang menjadi dalang kerusuhan di club malam di Jalan Dewi Sri, Kuta Badung.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, saat ini mereka (Geng Satu Darah) sudah mulai meninggalkan hotel mereka.
“Seharusnya mereka di sini sampai besok, namun setelah ada peristiwa itu mereka sudah cek out dari hotelnya masing-masing,” ujarnya, di Denpasar, Selasa (9/8/2016).
Pihaknya menjelaskan, saat ini sudah bekerjsama dengan imigrasi untuk mencekal anggota geng motor Satu Darah keluar dari Bali. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk menangani kasus ini,” paparnya.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV, ada empat orang yang diduga menjadi pelaku kerusuhan yang terjadi pada Senin 8 Agustus 2016, di Club Pyramid, Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung.
“Ada empat yang kami minta kepada imigrasi untuk tidak diizinkan pulang. Mereka semua orang dari Belanda,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku sudah meminta keterangan dari ketua anggota geng tersebut, namun ketua geng asal Belanda ini tidak mengetahui persis anggotanya.
(san)