PDIP Duga Lobi Ahok ke Megawati Temui Jalan Buntu

Sabtu, 30 Juli 2016 - 02:36 WIB
PDIP Duga Lobi Ahok...
PDIP Duga Lobi Ahok ke Megawati Temui Jalan Buntu
A A A
JAKARTA - Statemen Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan tidak akan mendaftar sebagai cagub lewat PDIP setelah pertemuan dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tadi malam mengindikasikan calon Gubernur DKI Jakarta itu sudah mentok.

"Mengindikasikan bahwa lobi-lobi Ahok dengan melibatkan Presiden Jokowi sampai-sampai ngintilin satu mobil dengan Bu Mega saat menghadiri rakernas Partai Golkar diduga telah menemui jalan buntu," kata Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah, Jumat (29/7/2016).

Menurut Basarah, kondisi Ahok satu mobil dengan Megawati bersama Jokowi dan Puan Maharani serta Sekjen PDIP Hasto Kristyanto itu juga memberikan penilaian politis bahwa Megawati dan PDIP adalah aktor penting dalam peta politik nasional dan pilkada DKI Jakarta.

"Rekonstruksi kenapa pertemuan Ahok dan Pak Jokowi dengan Bu Mega dilakukan di dalam mobil juga menunjukkan sinyalemen bahwa Bu Mega kurang berkenan menerima kehadiran dan percakapan tentang kepentingan Ahok dalam Pilkada DKI secara serius di rumah beliau atau di kantor DPP," ujarnya.

Hal tesebut, lanjut Basarah, juga menggambarkan kondisi mendesak bagi Ahok saat ini. Apalagi dengan membawa-bawa Presiden Jokowi hingga harus terpublikasi ke publik seolah-olah Presiden adalah pendukung utama Ahok.

"Ahok betul-betul mengeksploitasi Presiden Jokowi demi kepentingan-kepentingan pribadinya," tukasnya.

"Sesuai respon Bu Mega saat itu yang mengatakan bahwa "Partai kami punya mekanisme" kepada Ahok setelah Ahok melaporkan telah memilih jalur parpol adalah bukti bahwa Bu Mega tidak ingin mendukung Ahok di luar sistem yang telah Bu Mega buat dan tetapkan sendiri secara baku di PDI Perjuangan," tambahnya.

Hal itu, kata Basarah, memang sangat penting bagi PDIP yang saat ini sedang membangun penguatan sistem kelembagaan sebagai parpol modern namun tetap berjiwa kerakyatan.

"Tentu saja hal tersebut tidak dapat dirusak oleh faktor kepentingan pribadi seorang petualang politik seperti Basuki Tjahaja Purnama," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
LIGA Jakarta Bakal Lakukan...
LIGA Jakarta Bakal Lakukan Penjaringan Cagub DKI 2024
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
Namanya Masuk Bacagub...
Namanya Masuk Bacagub Jakarta 2024, Anies Siap Datangi Kantor PDIP
Anies Baswedan Masih...
Anies Baswedan Masih Bisa Maju di Pilgub DKI Jakarta 2024, Asal…
PDIP Usulkan Nama Wali...
PDIP Usulkan Nama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Pilgub DKI 2024
PKS Utamakan Kader Internal...
PKS Utamakan Kader Internal untuk Bursa Cagub DKI Jakarta
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
17 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
24 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
8 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved