Kesiapan Pemprov DKI Uji Coba Sistem Ganjil Genap Dipertanyakan
Senin, 25 Juli 2016 - 15:01 WIB
Kesiapan Pemprov DKI Uji Coba Sistem Ganjil Genap Dipertanyakan
A
A
A
JAKARTA - Pengguna jalan mempertanyakan kesiapan Dishubtrans DKI Jakarta dalam menerapkan uji coba sistem ganjil genap. Sebabnya, Dishubtrans DKI Jakarta belum juga melakukan sosialisasi uji coba sistem ganjil genap.
Salah satu pengendara mobil, Syarifudin (35) menegaskan dia belum mengetahui kapan penerapan sistem ganjil genap. Sebab, selama berkendara di Jalan Jenderal Sudirman, dia tak melihat adanya rambu-rambu pemberitahuan tersebut.
"Sejak puasa juga saya tak lihat tuh. Mungkin awal-awal ada wacana saja kali sosialisasinya, tapi saya tak lihat tuh sampai sekarang," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
Menurutnya, belum adanya rambu-rambu atau spanduk uji coba sistem ganjil genap itu menandakan tak siapnya Dishubtrans DKI Jakarta dalam memberlakukan penerapan sistem ganjil genap. Lebih jauh, sistem ganjil genap tak bisa mengurangi kemacetan di Jakarta yang sudah parah tersebut.
"Kalau mau sekalian saja disetop peredaran kendaraan di Jakarta. Macet itu karena jumlah kendaraan yang semakin tinggi," terangnya.
"Ini juga karena adanya pembiaran dari Pemprov DKI produksi kendaraan masuk ke Jakarta, kendaraan luar Jakarta pun setop saja jangan kasih masuk kesini. Biar saja mereka dari luar Jakarta suruh pakai angkutan umum," tutupnya.
Salah satu pengendara mobil, Syarifudin (35) menegaskan dia belum mengetahui kapan penerapan sistem ganjil genap. Sebab, selama berkendara di Jalan Jenderal Sudirman, dia tak melihat adanya rambu-rambu pemberitahuan tersebut.
"Sejak puasa juga saya tak lihat tuh. Mungkin awal-awal ada wacana saja kali sosialisasinya, tapi saya tak lihat tuh sampai sekarang," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2016).
Menurutnya, belum adanya rambu-rambu atau spanduk uji coba sistem ganjil genap itu menandakan tak siapnya Dishubtrans DKI Jakarta dalam memberlakukan penerapan sistem ganjil genap. Lebih jauh, sistem ganjil genap tak bisa mengurangi kemacetan di Jakarta yang sudah parah tersebut.
"Kalau mau sekalian saja disetop peredaran kendaraan di Jakarta. Macet itu karena jumlah kendaraan yang semakin tinggi," terangnya.
"Ini juga karena adanya pembiaran dari Pemprov DKI produksi kendaraan masuk ke Jakarta, kendaraan luar Jakarta pun setop saja jangan kasih masuk kesini. Biar saja mereka dari luar Jakarta suruh pakai angkutan umum," tutupnya.
(ysw)