Polisi Dalami Temuan Ribuan Vaksin yang Ditemukan di Tol

Minggu, 24 Juli 2016 - 18:08 WIB
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Ribuan Vaksin yang Ditemukan di Tol
A A A
JAKARTA - Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Barat tengah menyelidiki temuan vaksin yang diduga palsu. Ribuan vaksin itu sengaja dibuang oleh sebuah kendaraan di kawasan pintu tol JORR W2, Joglo, dalam dua hari berturut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto mengaku, vaksin itu tengah diselidiki oleh Unit Kriminal Khusus Satuannya. Hingga kini masih belum dipastikan palsu atau tidak vaksi itu, karena masih menunggu hasil laboratorium Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) DKI Jakarta.

"Hasil lab-nya belum keluar, jadi kami belum dapat memastikan itu palsu atau tidak," terang Didik ketika dikonfirmasi SINDO, Minggu (24/7/2016).

Saat ini, lanjut Didik, polisi telah memeriksa dua petugas tol, Solihin (50), dan Iyan (27). Solihin diketahui menyaksikan langsung sebuah mobil Grand Max Silver yang diduga kuat membuang vaksin tersebut.

Hanya saja mengenai penguatan dugaan mobil tersebut, Didik masih mendalaminya. Pasalnya, hingga saat ini, polisi masih mencari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang merekam kejadian itu.

"Kebetulan dari rekaman yang kami himpun, pelat nomor mobil tidak terlihat jelas," tambah Didik.

Sebelumnya, pada Sabtu 23 Juli 2016 siang, sebuah kantong plastik hitam ditemukan di kawasan bahu jalan Tol JORR W2, Kembangan, Jakarta Barat. Dalam temuan itu, ribuan botol vaksin dan alat kesehatan diduga palsu ditemukan.

Kemudian, sebelumnya, pada Jumat 22 Juli 2016 siang, dua dus vaksin di temukan di kawasan sama. Dalam dua dus tersebut ditemukan tiga jenis vaksin berbeda, hingga Jumat sore kemarin, tiga jenis itu telah dibawa ke laboratorium BPOM untuk diteliti.

Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Eko Barmula mengatakan, masih berkoordinasi dengan BPOM untuk mengecek kandungan vaksin itu, termasuk untuk memastikan apakah vaksin itu palsu atau resmi.

Kuat kemungkinan, kata Eko, vaksin yang dibuang ada kaitan erat dengan peredaran vaksin palsu, terlebih saat dilakukan penyidikan vaksin itu belum memasuki kadaluarsa. "Kami khawatir, makanya kami kasus ini kami tanganin," cetus Eko.

Hingga saat ini, Eko mengaku, tengah memburu mobil Grand Max silver yang diduga kuat pemilik dari ribuan vaksin hepatitis B itu. Beberapa rekaman CCTV bahkan diminta dari pihak jasa marga untuk memburu mobil tersebut.
(mhd)
Berita Terkait
Puskesmas Bua Sudah...
Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Dinkes Belum Kantongi...
Dinkes Belum Kantongi Data TKI yang Tertahan Karena Vaksin Palsu
Temuan Sindikat Vaksin...
Temuan Sindikat Vaksin Palsu, DPR Minta Polri Lipat Gandakan Pengawasan
Pengungkapan Kasus Serifikat...
Pengungkapan Kasus Serifikat Vaksin Palsu di Bandung
Jamin Keaslian Vaksin...
Jamin Keaslian Vaksin di Indonesia, Wiku: Kalau yang Diperjualbelikan Pasti Palsu
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
31 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
35 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
11 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved