Bareskrim Audit RS Pengguna Vaksin Palsu di Bekasi

Selasa, 19 Juli 2016 - 21:02 WIB
Bareskrim Audit RS Pengguna...
Bareskrim Audit RS Pengguna Vaksin Palsu di Bekasi
A A A
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mendatangi sejumlah rumah sakit (RS) pengguna vaksin palsu di wilayah Bekasi. Kedatangan penyidik guna melakukan audit di RS perihal kasus penggunaan vaksin palsu.

”Penyidik meminta sejumlah dokumen di sejumlah RS, termasuk di RS Elisabeth,” ungkap kuasa hukum RS Elisabeth, Bekasi, Azaz Tigor Nainggolan kepada wartawan, Selasa (19/7/2016). Menurut Azaz, dokumen yang diminta itu dalam rangka penyidikan kepolisian.

Azaz menyebut, dokumen yang diminta di antaranya sejumlah faktur pembelian vaksin dari CV Azka Medika sejak November 2015 hingga Juni 2016. Berdasarkan data RS Elisabeth Bekasi, diperkirakan ada sebanyak 125 bayi terpapar vaksin palsu dalam rentan waktu sekitar tujuh bulan.

Saat itu, lanjut dia, RS Elisabeth membeli vaksin banyak dari CV Azka Medika, namun yang digunakan hanya untuk 125 orang. Tigor mengaku, rumah sakit terpaksa membeli vaksin dari CV Azka Medika karena ketersediaan vaksin habis. Adapun, distributor GSK tak bisa mengirim vaksin.

”Enggak tahu apakah di sana (GSK) mengalami kelangkaan atau masalah lain, dan akhirnya kami menerima tawaran dari CV Azka,” katanya. RS Elisabeth, lanjut dia, bersedia memberikan vaksin ulang kepada pasien yang terpapar vaksin palsu.

Namun, pemberian dilakukan setelah ada arahan dari Satgas Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan. Adapun pengumunannya juga dilakukan secara personal. Meskipun yang terdata di rumah sakit hanya sebanyak 125 bayi, pihaknya tetap menerima pengaduan orang tua bayi yang pernah divaksin.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Evi Fatna menuturkan,
selain di RS Elisabeth, Bareskrim juga melakukan audit di RS Hosana Medica Bekasi.”Audit yang dilakukan Bareskrim guna penyidikan dan pendalaman di RS pengguna vaksin palsu,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Puskesmas Bua Sudah...
Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Dinkes Belum Kantongi...
Dinkes Belum Kantongi Data TKI yang Tertahan Karena Vaksin Palsu
Temuan Sindikat Vaksin...
Temuan Sindikat Vaksin Palsu, DPR Minta Polri Lipat Gandakan Pengawasan
Pengungkapan Kasus Serifikat...
Pengungkapan Kasus Serifikat Vaksin Palsu di Bandung
Jamin Keaslian Vaksin...
Jamin Keaslian Vaksin di Indonesia, Wiku: Kalau yang Diperjualbelikan Pasti Palsu
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
2 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
3 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
3 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
4 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved