Ambil Bola di Rawa, Pelajar SMK Tewas Dalam Kubangan
Minggu, 17 Juli 2016 - 19:34 WIB
Ambil Bola di Rawa, Pelajar SMK Tewas Dalam Kubangan
A
A
A
JAKARTA - Seorang pelajar SMK kelas 2, Rofi Khairun Nofa (17) harus meregang nyawa, ia tewas tenggelam usai mencoba mengambil bola dari sebuah kubangan air dekat rusun Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat.
Polisi, BPBD, serta Damkar butuh waktu lebih dari lima jam lamanya untuk menemukan jenazah Rofi, sebelum akhirnya ditemukan mengambang di atas permukaan air.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Poltar L Gaol mengatakan kejadian ini bermula Rafi dan bersama dua temannya asik bermain bola. Tiba-tiba, bola masuk ke tengah kubangan.
Karena menjadi orang yang paling tua, korban inisiatif menjeburkan diri ke rawa, sekalipun dirinya sulit berenang.
"Kemudian korban mengambil dan berenang, tapi enggak muncul lagi," tutur Poltar, Minggu (17/7/2016).
Teman korban menjadi panik, meminta tolong warga dengan menggunakan ban, sembari melakukan pencarian, hingga akhirnya polisi dari Polsek Cengkareng datang.
"Jam 4, korban ditemukan, jenazahnya langsung di bawa ke Rumah Sakit untuk di otopsi," jelas Poltar.
Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Hardisiswan mengatakan untuk membantu pencarian korban, pihaknya langsung mengerahkan sembilan unit tim damkar dan tiga perahu karet untuk menyisir kubangan. "Kami baru dapat informasi sekitar jam 13.30 WIB," tutupnya.
Polisi, BPBD, serta Damkar butuh waktu lebih dari lima jam lamanya untuk menemukan jenazah Rofi, sebelum akhirnya ditemukan mengambang di atas permukaan air.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Poltar L Gaol mengatakan kejadian ini bermula Rafi dan bersama dua temannya asik bermain bola. Tiba-tiba, bola masuk ke tengah kubangan.
Karena menjadi orang yang paling tua, korban inisiatif menjeburkan diri ke rawa, sekalipun dirinya sulit berenang.
"Kemudian korban mengambil dan berenang, tapi enggak muncul lagi," tutur Poltar, Minggu (17/7/2016).
Teman korban menjadi panik, meminta tolong warga dengan menggunakan ban, sembari melakukan pencarian, hingga akhirnya polisi dari Polsek Cengkareng datang.
"Jam 4, korban ditemukan, jenazahnya langsung di bawa ke Rumah Sakit untuk di otopsi," jelas Poltar.
Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Hardisiswan mengatakan untuk membantu pencarian korban, pihaknya langsung mengerahkan sembilan unit tim damkar dan tiga perahu karet untuk menyisir kubangan. "Kami baru dapat informasi sekitar jam 13.30 WIB," tutupnya.
(ysw)