Tak Puas, Warga Nyaris Hakimi Dokter RS Harapan Bunda

Jum'at, 15 Juli 2016 - 19:29 WIB
Tak Puas, Warga Nyaris...
Tak Puas, Warga Nyaris Hakimi Dokter RS Harapan Bunda
A A A
JAKARTA - Usai membacakan pernyataan sikap dihadapan ratusan warga, dokter RS Harapan Bunda, Jakarta Timur berlarian ke dalam rumah sakit. Para dokter itu khawatir karena warga yang datang masih belum puas dengan penjelasan pihak rumah sakit.

Salah satu perwakilan pasien, Agus Siregar mengatakan, aparat wajib mengusut tuntas kasus peredaran vaksin palsu di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. Apalagi ada dugaan kalau pihak rumah sakit terlibat dalam pembelian vaksin palsu dan sudah berlangsung sejak tahun 2003.

"Mana mungkin RS tak tahu soal vaksin palsu. Kami ini korban, RS bukan korban. Sejak 2015, bahkan 2003 lalu itu sudah ada vaksin yang dijual diluaran (dijual suster dan dokter secara pribadi)," ujarnya di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2016).

Maka itu, tambah Agus, pihak rumah sakit jangan menutupi tentang peredaran vaksin palsu dikalangan pegawai RS Harapan Bunda. Adapun terkait pernyataan RS Harapan Bunda yang menyebut periode Maret sampai Juni 2016 itu tak bisa dipercaya.

"Asumsi kami itu semua vaksin RS Harapan Bunda palsu. Penentu asli bukannya penegak hukum berdasarkan bukti-bukti. Darimana RS bilang itu asli?" tuturnya.

"Kami minta RS fokus urus kami. Kami minta RS cepat buat posko, dari kemarin janji saja mau buat posko," tutupnya.

Sementara itu, baru saja sejumlah massa melontarkan sejumlah pertanyaan pada pihak RS. Kursi dan meja yang dipakai Ketua Komisi Medis RS Harapan Bunda untuk bermediasi roboh. Penyebabnya, meja dan kursi yang kecil itu dipakai berdiri oleh belasan orang, termasuk dokter, satpam, dan polisi.

Karena terlalu berat, meja pun roboh dan hancur, belasan orang jatuh terjerembab. Namun saat berdiri jajaran Komisi Medis RS Harapan Bunda itu langsung lari ke dalam rumah sakit.

Sementara Ketua Komisi, Seto Anggoro yang berusaha kabur berhasil dicegat massa. Seto Anggoro sempat akan diamuk karena massa kesal atas jawaban yang diberikan pihak RS tidak memuaskan mereka. Beruntung, polisi dan satpam mengawalnya saat warga berlarian mengejarnya masuk ke dalam rumah sakit.
(ysw)
Berita Terkait
Puskesmas Bua Sudah...
Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Dinkes Belum Kantongi...
Dinkes Belum Kantongi Data TKI yang Tertahan Karena Vaksin Palsu
Temuan Sindikat Vaksin...
Temuan Sindikat Vaksin Palsu, DPR Minta Polri Lipat Gandakan Pengawasan
Pengungkapan Kasus Serifikat...
Pengungkapan Kasus Serifikat Vaksin Palsu di Bandung
Jamin Keaslian Vaksin...
Jamin Keaslian Vaksin di Indonesia, Wiku: Kalau yang Diperjualbelikan Pasti Palsu
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
1 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
3 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
4 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
4 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved