Terkait Vaksin Palsu, Suster dan Dokter RS Harapan Bunda Diciduk Bareskrim

Jum'at, 15 Juli 2016 - 18:20 WIB
Terkait Vaksin Palsu,...
Terkait Vaksin Palsu, Suster dan Dokter RS Harapan Bunda Diciduk Bareskrim
A A A
JAKARTA - Dokter RS Harapan Bunda membeberkan, salah satu jenis vaksi palsu yang beredar di lingkungan RS Harapan Bunda, Jakarta Timur itu jenis vaksin Pedicel yang kerap mengalami kekosongan stok. Sementara itu, satu dokter dan satu suster yang diduga terkait dengan vaksin palsu sudah diciduk Bareskrim Mabes Polri.

Anggota Komisi Medis RS Harapan Bunda, Jakarta Timur Dokter Harmond mengatakan, terkait peredaran vaksin palsu di lingkungan rumah sakit, sejatinya telah ada dua orang pegawai yang diamankan Bareskrim Polri. Satu orang suster perawat dan satu orang dokter anak.

"Suster Irna yang diamankan Bareskrim dan satu lagi itu dokter Indra," ujarnya di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, dia memastikan kalau vaksin yang beredar pada periode Maret sampai Juni 2016 itu merupakan asli berdasarkan pernyataan Kemenkes. Adapun yang baru termonitoring pihak rumah sakit tentang jenis vaksi palsu yang beredar itu ada satu. Vaksi itu pun kerap mengalami kekosongan stok di rumah sakit.

"Salah satu jenis vaksin palsu yang termonitoring itu Vaksin Pediacel," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Medis RS Harapan Bunda Dokter Seto Anggoro menerangkan, RS Harapan Bunda sudah melakukan mediasi dengan perwakilan orangtua pasien dan disepakati kalau pasien yang terindikasi terkena vaksin palsu akan diperiksa ulang.

Akan disediakan pula medical check-up dan vaksin ulang secara gratis di RS Harapan Bunda. Jika pasien memilih melakukannya di luar RS Harapan Bunda, akan diberikan rembes pada pasien mengganti biaya medical check-up dan vaksinasi.

"Yang disuntikan itu kan (vaksin palsu) mengandung cairan infus. Nah kalau itu tak steril, pasti akan ada efeknya selama 2 sampe 3 hari. Nanti akan didata pula nama-nama pasiennya di posko yang akan kita buat di sini," jelasnya.

"Intinya dalam menentukan langkahnya, RS Harapan Bunda akan bertanggung jawab dan kami juga akan ikuti instruksi Kemenkes," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Puskesmas Bua Sudah...
Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Dinkes Belum Kantongi...
Dinkes Belum Kantongi Data TKI yang Tertahan Karena Vaksin Palsu
Temuan Sindikat Vaksin...
Temuan Sindikat Vaksin Palsu, DPR Minta Polri Lipat Gandakan Pengawasan
Pengungkapan Kasus Serifikat...
Pengungkapan Kasus Serifikat Vaksin Palsu di Bandung
Jamin Keaslian Vaksin...
Jamin Keaslian Vaksin di Indonesia, Wiku: Kalau yang Diperjualbelikan Pasti Palsu
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
35 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved