Belasan Rumah di Pannampu Makassar Kembali Terbakar
Jum'at, 15 Juli 2016 - 15:57 WIB
Belasan Rumah di Pannampu Makassar Kembali Terbakar
A
A
A
MAKASSAR - Kebakaran hebat kembali menghanguskan sedikitnya 12 rumah di kawasan permukiman padat RT 5 dan 6, RW 4, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat (15/7/2016) sekira pukul 09.00 Wita.
Ibrahim (33) warga RT 4, RW 6 yang rumah ibunya hangus dilalap jago merah menyebutkan api pertama kali terlihat dari rumah warga bernama Mila Dg Isa. Awalnya terlihat kepulan asap dari bagian belakang rumah tetangganya itu saat dia melintas di jalanan.
Tak lama kemudian katanya ada teriakan salah satu warga jika telah terjadi kebakaran, dan api dengan cepat merambat ke belasan rumah lain.
Ratusan warga berhamburan, mengumpulkan ember dan perlengkapan seadanya kemudian menyiram api yang terus menjilati rumah-rumah. Usaha itu tidak bisa melawan keberingasan jago merah yang saat itu didukung dengan angin yang kencang.
"Cepat sekali apinya menyebar. Hanya sekitar setengah jam habismi semua rumah terbakar. Pemadam sempat agak lambat baru angin kencang juga jadi besar sekali apinya," ujar Ibrahim ditemui saat mencoba menyelamatkan barang yang tertimbun puing bangunan.
Tragedi tersebut diduga disebabkan korseleting arus pendek listrik dari rumah Dg Isa. Hal itu disebutkan Sangkala Dg Leo (58) yang salah satu korban dan juga Ketua RT 06, RW 04, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
"Saya baru pulang dari kerja, sudah habis rumahku terbakar. Awalnya dari seberang jalan, rumahnya Dg Isa, karena korsleting listrik," jelas Dg Leo yang juga berprofesi sebagai mekanik di salah satu perusahaan ekspedisi itu.
Kobaran api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 09.40 Wita saat delapan unit pemadam kebakaran diterjunkan.
Meski demikian, menurut Dg Leo, personel pemadam sedikit terlambat tiba di lokasi , dan juga mengalami kesulitan memasuki kawasan permukiman padat itu lantaran jalan yang sempit.
Akibat kejadian tersebut, puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Selanjutnya, mereka rencananya akan tinggal sementara di rumah kerabat ataupun rumah tetangga yang selamat dari kebakaran.
"Saya tinggal di rumah ini bersama dua anak dan mantu, tiga cucu, istri dan tante. Sementara kami akan tinggal di rumah tetangga, sambil memperbaiki lagi rumah yang sudah habis terbakar," ungkap Dg Leo menatap puing bangunan rumah miliknya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski beberapa warga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar. Kerugian materi ditaksir berkisar ratusan juta rupiah.
Kejadian serupa juga terjadi di Panampu, saat kebakaran hebat melahap sedikitnya 83 rumah semi permanen dan kios di permukiman padat penduduk kawasan Pasar Pannampu bagian Utara, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu 26 Juni lalu.
Pada peristiwa tersebut juga tidak menelan korban jiwa, meski pedagang dan warga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Ibrahim (33) warga RT 4, RW 6 yang rumah ibunya hangus dilalap jago merah menyebutkan api pertama kali terlihat dari rumah warga bernama Mila Dg Isa. Awalnya terlihat kepulan asap dari bagian belakang rumah tetangganya itu saat dia melintas di jalanan.
Tak lama kemudian katanya ada teriakan salah satu warga jika telah terjadi kebakaran, dan api dengan cepat merambat ke belasan rumah lain.
Ratusan warga berhamburan, mengumpulkan ember dan perlengkapan seadanya kemudian menyiram api yang terus menjilati rumah-rumah. Usaha itu tidak bisa melawan keberingasan jago merah yang saat itu didukung dengan angin yang kencang.
"Cepat sekali apinya menyebar. Hanya sekitar setengah jam habismi semua rumah terbakar. Pemadam sempat agak lambat baru angin kencang juga jadi besar sekali apinya," ujar Ibrahim ditemui saat mencoba menyelamatkan barang yang tertimbun puing bangunan.
Tragedi tersebut diduga disebabkan korseleting arus pendek listrik dari rumah Dg Isa. Hal itu disebutkan Sangkala Dg Leo (58) yang salah satu korban dan juga Ketua RT 06, RW 04, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
"Saya baru pulang dari kerja, sudah habis rumahku terbakar. Awalnya dari seberang jalan, rumahnya Dg Isa, karena korsleting listrik," jelas Dg Leo yang juga berprofesi sebagai mekanik di salah satu perusahaan ekspedisi itu.
Kobaran api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 09.40 Wita saat delapan unit pemadam kebakaran diterjunkan.
Meski demikian, menurut Dg Leo, personel pemadam sedikit terlambat tiba di lokasi , dan juga mengalami kesulitan memasuki kawasan permukiman padat itu lantaran jalan yang sempit.
Akibat kejadian tersebut, puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Selanjutnya, mereka rencananya akan tinggal sementara di rumah kerabat ataupun rumah tetangga yang selamat dari kebakaran.
"Saya tinggal di rumah ini bersama dua anak dan mantu, tiga cucu, istri dan tante. Sementara kami akan tinggal di rumah tetangga, sambil memperbaiki lagi rumah yang sudah habis terbakar," ungkap Dg Leo menatap puing bangunan rumah miliknya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski beberapa warga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar. Kerugian materi ditaksir berkisar ratusan juta rupiah.
Kejadian serupa juga terjadi di Panampu, saat kebakaran hebat melahap sedikitnya 83 rumah semi permanen dan kios di permukiman padat penduduk kawasan Pasar Pannampu bagian Utara, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu 26 Juni lalu.
Pada peristiwa tersebut juga tidak menelan korban jiwa, meski pedagang dan warga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
(sms)