RS Karya Medika Tambun Akui Terima Vaksin dari Azka Medical

Jum'at, 15 Juli 2016 - 15:31 WIB
RS Karya Medika Tambun...
RS Karya Medika Tambun Akui Terima Vaksin dari Azka Medical
A A A
BEKASI - Manajemen RS Karya Media, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tak menampik memperoleh vaksin dari CV Azka Medical. Ini dilakukan karena stok vaksi saat itu telah habis.

Direktur Rumah Sakit Karya Medika Tambun Dominggus M Efruan menyatakan, pada 2011 lalu pernah menggunakan vaksin dari CV Azka Medical, karena keterbatasan stok vaksin.”Kami peroleh dari CV Azka ini ada lima jenis vaksin,” katanya.

Jenis vaksin itu adalah Engerix B Adult Engerix B pediatal, ABU, PPD dan ATS. Namun, vaksin tersebut sebagian kecil saja dari total vaksin yang pihaknya gunakan. Dari lima vaksin itu hanya dua jenis yang pernah digunakan untuk anak-anak yaitu Engerix B pediatal dan PPD.

”Dua vaksin ini untuk hepatitis B,” katanya. Sedang tiga vaksin lainnya tak pernah digunakan pihaknya. Seperti vaksin ABU untuk anti-bisa ular atau pasien yang dipatuk ular. Untuk itu, vaksin tersebut tidak semua digunakan terhadap anak-anak, dan pihaknya sudah tidak menggunakan vaksin tersebut.

Sementara itu, belasan warga menggeruduk Rumah Sakit (RS) Karya Medika Tambun di Jalan Raya Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Warga datang sambil membawa anaknya karena divaksin di rumah sakit itu beberapa waktu lalu.

”Kami mau protes dengan pihak rumah sakit, karena anak saya Chelsea berumur 14 bulan divaksin di rumah sakit ini,” kata Risti (32) warga Desa Tambun RT 5/7. Menurut dia, kedatangan warga untuk meminta klarifikasi pihak rumah sakit terkait vaksin palsu tersebut.

Risti mengaku tidak pernah merasa curiga karena tidak ada dampak yang aneh pada anaknya usai diberikan vaksin. Namun, dia khawatir kedepanya anak kesayanganya tersebut terjadi hal tidak diinginkan.

”Saat vaksin membayar mahal, kenapa mereka tega memalsukan, taruhanya nyawa,” ujarnya. Warga lainnya, Romlah (28) mengaku kaget dan sook saat mengetahui pemberitaan dari pihak kepolisian di media massa.

Romlah menuturkan, selama ini anaknya mendapatkan vaksin dari RS Karya Medika Tambun. Bahkan, setiap anaknya imunisasi menggunakan vaksin harganya sekitar Rp300.000 untuk sekali imunsasi.

”Sudah mahal, ini urusan nyawa, kalau anak saya kenapa-kenapa pihak RS harus tanggungjawab,” tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Puskesmas Bua Sudah...
Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Dinkes Belum Kantongi...
Dinkes Belum Kantongi Data TKI yang Tertahan Karena Vaksin Palsu
Temuan Sindikat Vaksin...
Temuan Sindikat Vaksin Palsu, DPR Minta Polri Lipat Gandakan Pengawasan
Pengungkapan Kasus Serifikat...
Pengungkapan Kasus Serifikat Vaksin Palsu di Bandung
Jamin Keaslian Vaksin...
Jamin Keaslian Vaksin di Indonesia, Wiku: Kalau yang Diperjualbelikan Pasti Palsu
Berita Terkini
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
12 menit yang lalu
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
46 menit yang lalu
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
1 jam yang lalu
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
1 jam yang lalu
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
2 jam yang lalu
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
2 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved