Polda Yakin Sistem Ganjil Genap Kurangi Jumlah Kendaraan 50%
Sabtu, 18 Juni 2016 - 03:35 WIB
Polda Yakin Sistem Ganjil Genap Kurangi Jumlah Kendaraan 50%
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menilai pembatasan kendaraan dengan sistem genap ganjil akan efektif mengurangi kemacetan di Jakarta. Pada 20 Juli mendatang ujicoba sistem ganjil genap kendaraan bermotor diberlakukan di Ibu Kota
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman menjelaskan, pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap di Jakarta sangat diperlukan. "Sistem ganjil-genap ini masih akan dibahas oleh FGD. Tetapi menurut saya sebagai petugas, pembatasan kendaraan di Jakarta ini sangat penting," jelas Latif pada wartawan Jumat, 17 Juni 2016 kemarin.
Latif mengatakan, di tengah pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun yang tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan maka pembatasan jumlah kendaraan dengan sistem ganjil genap dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. "Sekarang kan sistem 3 in 1 sudah tidak diberlakukan lagi, tetapi pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan perumbuhan infrastruktur sehingga ini harus dibatasi. Sistem ganjil-genap bisa menjadi salah satu alaternatif," jelasnya.
Dengan diterapkannya sistem ganjil-genap ini diharapkan dapat mengurangi beban volume kendaraan di Jakarta setidaknya 50%. "3 in 1 ini sudah tidak efektif lagi karena ada dampak sosialnya seperti munculnya joki. Tapi kalau dengan sistem ganjil-genap ini tidak ada dampak sosialnya, sehingga menurut saya ini akan efektif," ujarnya.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman menjelaskan, pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap di Jakarta sangat diperlukan. "Sistem ganjil-genap ini masih akan dibahas oleh FGD. Tetapi menurut saya sebagai petugas, pembatasan kendaraan di Jakarta ini sangat penting," jelas Latif pada wartawan Jumat, 17 Juni 2016 kemarin.
Latif mengatakan, di tengah pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun yang tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan maka pembatasan jumlah kendaraan dengan sistem ganjil genap dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. "Sekarang kan sistem 3 in 1 sudah tidak diberlakukan lagi, tetapi pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan perumbuhan infrastruktur sehingga ini harus dibatasi. Sistem ganjil-genap bisa menjadi salah satu alaternatif," jelasnya.
Dengan diterapkannya sistem ganjil-genap ini diharapkan dapat mengurangi beban volume kendaraan di Jakarta setidaknya 50%. "3 in 1 ini sudah tidak efektif lagi karena ada dampak sosialnya seperti munculnya joki. Tapi kalau dengan sistem ganjil-genap ini tidak ada dampak sosialnya, sehingga menurut saya ini akan efektif," ujarnya.
(whb)