Tinggal di Kompleks Elit, Wanita Tua Meregang Nyawa Ditemani 2 Ekor Anjing
Jum'at, 27 Mei 2016 - 14:27 WIB
Tinggal di Kompleks Elit, Wanita Tua Meregang Nyawa Ditemani 2 Ekor Anjing
A
A
A
PASURUAN - Mirah Indrawati wanita tua yang tinggal di Perumahan Elit Surya Kencaya, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan dan hanya ditemani dua ekor anjing peliharaannya ditemukan tewas, Jumat (27/5/2016). Suasana rumah warga keturunan ini saat ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan darah segar berceceran di lantai.
Meski begitu proses evakuasi berjalan dramatis karena rumah dalam kondisi tertutup. Warga bekerja keras mendobrak pintu rumah untuk melihat kondisi Mirah Indrawati karena dalam kondisi terkunci dari dalam.
Namun setelah kayu pintu di ruang tamu dijebol akhirnya berhasil masuk dan mayat korban ditemukan sudah dalam kondisinya membusuk.
Ketua Rt setempat Dwi Hartono mengatakan, penemuan mayat ini bermula saat travel menjemput korban atas permintaan anaknya untuk pergi ke Surabaya. Namun kondisi rumah tertutup, lalu karyawan travel yang mencium bau menyengat melaporkan kondisi rumah ke satpam.
“Lalu oleh satpam perumahan dilaporkan ke perangkat desa dan Mapolsek terdekat untuk mengeceknya sehingga kemudian korban ditemukan sudah dalam keadaaan tak bernyawa di dalam kamar depan,” kata Dwi, Jumat (27/5/2016).
Menurut Dwi kondisi korban setiap harinya sehat dan sering jalan-jalan dengan anjing hewan peliharannya.
Sementara itu menurut Kapolsek Gadingrejo Kompol Wartono, aparat kepolisian belum bisa menyimpulkan sebab-sebab kematian tak wajar ini. “Apa digigit anjing atau faktor penyebab lainnya,” kata Kapolsek.
Menurut Kapolsek, jasad korban dirujuk ke RSUD dokter Raden Sudarsono Kota Pasuruan guna kepentingan autopsy. Sementara TKP masih di-police line karena masih dalam penyelidikan dan pengusutan.
Meski begitu proses evakuasi berjalan dramatis karena rumah dalam kondisi tertutup. Warga bekerja keras mendobrak pintu rumah untuk melihat kondisi Mirah Indrawati karena dalam kondisi terkunci dari dalam.
Namun setelah kayu pintu di ruang tamu dijebol akhirnya berhasil masuk dan mayat korban ditemukan sudah dalam kondisinya membusuk.
Ketua Rt setempat Dwi Hartono mengatakan, penemuan mayat ini bermula saat travel menjemput korban atas permintaan anaknya untuk pergi ke Surabaya. Namun kondisi rumah tertutup, lalu karyawan travel yang mencium bau menyengat melaporkan kondisi rumah ke satpam.
“Lalu oleh satpam perumahan dilaporkan ke perangkat desa dan Mapolsek terdekat untuk mengeceknya sehingga kemudian korban ditemukan sudah dalam keadaaan tak bernyawa di dalam kamar depan,” kata Dwi, Jumat (27/5/2016).
Menurut Dwi kondisi korban setiap harinya sehat dan sering jalan-jalan dengan anjing hewan peliharannya.
Sementara itu menurut Kapolsek Gadingrejo Kompol Wartono, aparat kepolisian belum bisa menyimpulkan sebab-sebab kematian tak wajar ini. “Apa digigit anjing atau faktor penyebab lainnya,” kata Kapolsek.
Menurut Kapolsek, jasad korban dirujuk ke RSUD dokter Raden Sudarsono Kota Pasuruan guna kepentingan autopsy. Sementara TKP masih di-police line karena masih dalam penyelidikan dan pengusutan.
(sms)