Lama Menduda, Kepala Madrasah Aliyah Hamili Siswi MTs

Selasa, 17 Mei 2016 - 17:52 WIB
Lama Menduda, Kepala...
Lama Menduda, Kepala Madrasah Aliyah Hamili Siswi MTs
A A A
YOGYAKARTA - Ismail (47) seorang Kepala Madrasah Aliyah (MA) tega menghamili S (16) siswi Madrasah Tsanawiyah yang masih satu yayasan dengan tempat tersangka mengajar. Diduga perbuatan tersebut dilakukan Ismail karena dipengaruhi kondisi lama tidak bisa mendapatkan kepuasan biologis karena menduda.

Tersangka tercatat sudah menggauli korbannya empat kali sejak Desember 2015 lalu. Dan saat ini karena aksi duda beranak empat tersebut, korban dalam kondisi berbadan dua.

“Pelaku dan korban sama-sama memiliki aktivitas di sekolah yang berada dalam satu atap yayasan. Pelaku adalah kepala sekolah, sementara korban adalah siswa sebuah MTs swasta yang ada di daerah Banguntapan,” jelas Wadireskrimum Polda DIY AKBP Djuwandani.

Selain akan menjerat tersangka dengan Pasal 82 UU No 35/2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Saat ini petugas masih melakukan upaya pendalaman terhadap pelaku.

Hal tersebut menindaklanjuti temuan bukti adanya pil yang diduga kuat akan dipergunakan untuk menggugurkan kandungan.

Penangkapan tersangka tersebut berawal dari laporan pamong asrama tempat S tinggal selama menuntut ilmu di Yogyakarta.

Anak piatu dan ayahnya berada di Jawa Timur tersebut, tertangkap basah menyimpan ponsel di kamar tidurnya oleh pamong asrama. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diakui ponsel tersebut milik tersangka yang dipinjamkan kepada korban.

Ponsel tersebut menjadi sarana untuk melakukan komunikasi antara pelaku dengan korban. Dari obrolan mengenai ponsel tersebut akhirnya perbincangan mengalir ke cerita korban sudah tidak mengalami menstruasi sejak beberapa bulan terakhir.

“Karena masalah tidak menstruasi tersebutlah, akhirnya pamong asrama membelikan tes pack, dan saat dites korban dalam kondisi positif hamil,” timpal Kanit PPA Polda DIY Kompol Retnowati.

Setelah didesak akhirnya korban mengakui telah melakukan hubungan seksual dengan pelaku. Hal tersebut dijalani oleh korban karena merasa tidak enak, pelaku sudah sering membantu seperti mengantar dan menjemput sekolah dan ke asrama.

Pelaku dan korban juga sudah sering keluar bersama. Pelaku sendiri kepada petugas mengaku dalam posisi duda beranak empat karena ditinggal meninggal istri sejak 2012 lalu.

Sementara itu dari upaya konfirmasi ke sekolah tempat tersangkai Ismail mengajar, pihak sekolah dalam hal ini dua orang guru wanita enggan berkomentar mengenai kasus tersebut.

Menurut mereka, persoalan tersebut sudah langsung ditangani oleh yayasan. Saat ini pihak yayasan disebut-sebut sudah menyiapkan pembela untuk persoalan tersebut.

Dari pantauan yang dilakukan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berlangsung seperti biasa. Seakan tidak ada masalah yang menimpa lelaki bergelar SAg dan MPd yang tercantum sebagai kepala sekolah tersebut.
(sms)
Berita Terkait
405 Personel Polisi...
405 Personel Polisi Disiagakan Jaga Sidang Perdana Terdakwa Dugaan Pencabulan MSAT
Terdakwa Pencabulan...
Terdakwa Pencabulan Santriwati MSAT Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara
Terdakwa Pencabulan...
Terdakwa Pencabulan Santri Ini Menutupi Wajahnya Saat Disidang
Iming-imingi Rp25 Ribu,...
Iming-imingi Rp25 Ribu, Paman Bejat Cabuli Keponakan Berusia 9 Tahun
Cabuli Muridnya, Guru...
Cabuli Muridnya, Guru Les di Prabumulih Ditangkap Polisi
Drama Mencekam Penangkapan...
Drama Mencekam Penangkapan Anak Kiai Jombang Berakhir, MSAT Menyerahkan Diri ke Polisi
Berita Terkini
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
1 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
9 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
10 jam yang lalu
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
10 jam yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
10 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
11 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved