SPRI Sebut Ahok Mimpi Buruk bagi Warga Miskin Ibu Kota

Senin, 16 Mei 2016 - 11:26 WIB
SPRI Sebut Ahok Mimpi...
SPRI Sebut Ahok Mimpi Buruk bagi Warga Miskin Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Sebanyak 1.500 warga dari 33 kelurahan di DKI Jakarta yang menggelar Kongres Rakyat Lawan Penggusuran (RLP) sepakat untuk tak lagi memilih Gubernur DKI Jakarta di Pilgub DKI. Ahok pun dianggap sebagai mimpi buruk warga miskin Ibu Kota.

Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Marlo Sitompul mengatakan, hasil kongres RLP kemarin di Jembatan Tiga, disepakati kalau warga korban gusuran dan calon penggusuran akan menggugat Gubernur Ahok yang telah melakukan kesewenangan pada rakyat miskin Jakarta. Para korban akan melakukan class action lantaran penggusuran bukan solusi baik mengentaskan kemiskinan di Jakarta.

"Kami sepakat adakan perlawanan di penggusuran, yang tak punya sertifikat dan PBB agar memiliki kekuatan hukum karena tanpa kekuatan hukum, rakyat tidak berdaya. Penggusuran bukan jalan keluar dari problem tata kota," ujarnya saat dihubungi, Senin (16/5/2016).

Menurut Marlo, SPRI pun berencana mendampingi warga yang nanti bakal menjadi calon korban penggusuran Gubernur Ahok itu. Adapun soal rencana SPRI hendak menggugat Ahok ke pengadilan itu belum dapat dipastikan waktunya. Sebab, jajarannya tengah berkonsolidasi dahulu.

"Gugatannya segera, kita masih konsolidasi, menyusun dulu materi-materinya. Sebanyak 1.500 warga yang saya undang itu semua warga ber-KTP DKI, mereka yang kecewa. Tapi, secara konstitusi punya hak dan suara dan mereka tak akan pilih Ahok lagi," tuturnya.

Marlo pun mewanti-wanti, agar Ahok tak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta kembali di pilgub 2017 mendatang. Pasalnya, itu bisa menjadi mimpi buruk bagi warga miskin kota Jakarta. Penggusuran pun akan terjadi di tiap sudut kota Jakarta ini yang nantinya membuat warga miskin Jakarta semakin sengsara.

"Belum ada balon yang secara tegas, penggusuran bukan solusi untuk membenahi kota Jakarta. Saya tidak melihat komitmen cagub yang ada dengan konsep yang mereka miliki. Sampai sekarang saya melihat tidak ada yang meyakinkan, yang serius melakukan penyelesaian problem perkotaan dan kemiskinan," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Anies Segera Cabut Pergub...
Anies Segera Cabut Pergub Penggusuran Era Gubernur Ahok
Ariza Janji Pergub Penggusuran...
Ariza Janji Pergub Penggusuran Era Ahok Dicabut sebelum Lengser
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
4 Kasus Penggusuran...
4 Kasus Penggusuran Terheboh Zaman Ahok, Nomor 2 Sarang Prostitusi
Anies Akan Cek Kendala...
Anies Akan Cek Kendala Pencabutan Pergub terkait Penggusuran Era Ahok
DKI Surati Kemendagri...
DKI Surati Kemendagri untuk Cabut Pergub Era Ahok Soal Penggusuran
Berita Terkini
Kapolda Metro Jaya Pimpin...
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 22 Pejabat Utama dan Kapolres, Ini Daftarnya
26 menit yang lalu
Kementerian Hukum Serahkan...
Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI kepada 7 Warga Keturunan Filipina di Bitung
42 menit yang lalu
Kritik Gagasan KDM Soal...
Kritik Gagasan KDM Soal Sayembara Tangkap Begal, Pakar Hukum: Picu Main Hakim Sendiri
1 jam yang lalu
Polda Metro Usut Pemesan...
Polda Metro Usut Pemesan dan Aliran Dana Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi
4 jam yang lalu
Gelar TMMD ke 129, Kodim...
Gelar TMMD ke 129, Kodim 0726/Sukoharjo Perbaiki 5 Rumah Warga
4 jam yang lalu
Bentrokan Maut di Jalan...
Bentrokan Maut di Jalan Tambak Berakhir Damai, Polda Metro Jaya: Proses Hukum Tetap Berjalan
5 jam yang lalu
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved