Aniaya Dua Remaja, Preman Kampung Tewas Diamuk Massa

Minggu, 15 Mei 2016 - 16:39 WIB
Aniaya Dua Remaja, Preman...
Aniaya Dua Remaja, Preman Kampung Tewas Diamuk Massa
A A A
PEKANBARU - Seorang pria paruh bayah bernama Santoso tewas dihakimi ratusan warga. Pemicunya, warga marah karena warga Kota Bangun, Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Riau itu menganiaya dua remaja.

"Setelah melihat Santoso tewas, massa yang diperkirakan berjumlah 300 orang meninggalkannya," kata Paur Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra Minggu (15/5/2016).

Dia menyebut kejadian itu terjadi Sabtu 14 Mei 2016 sekira malam. Saat itu warga melihat Santoso yang dikenal sebagai preman kampung menghajar dua remaja Risaeg Kusuma (17) dan Rival Ariandi (17) di sebuah lapangan bola kaki. Belum diketahui alasan Santoso menganiaya kedua pemuda itu,

Kemudian Santoso membawa kedua remaja itu ke warung tuak (tempat penjualan miras). Disana sejumlah warga kembali melihat pria berusia 45 tahun itu menghajar Risaeg dan Rival. Melihat aksi penganiayaan itu sejumlah saksi memanggil kedua orangtua korban.

Keluarga korban beserta warga yang tidak senang atas perlakuan Santoso akhirnya mendatangi rumah korban untuk mempertanyakan permasalahan tersebut.

Didatangi ratusan warga tidak membuat Santoso takut. Dia malah menantang warga. Beberapa saat kemudian Santoso masuk ke dalam rumahnya dan mengancam akan menembak jika ada warga yang masuk.

Warga kemudian memaksa masuk rumah untuk mencari keberadaan Santoso. Setelah dicari, ternyata diketahui kalau Santoso bersembunyi di atas plafon rumahnya.

"Mengetahui hal tersebut warga memaksa Santoso untuk turun. Setelah dipaksa turun Santoso terjatuh dari loteng rumah tersebut. Warga yang sudah emosi atas sikapanya yang dianggap sering berbua onar langsung melakukan penggeroyakan. Santoso tewas di tempat," ucapnya.

Melihat Santoso telah tewas, wargapun membubarkan diri dan meninggalkannya tergeletak di lantai..

Petugas Kepolisian yang mengetahui peristiwa ini segera mendatangi lokasi kejadian dan kemudian membawa Santoso ke Puskesmas Tapung Hilir untuk dilakukan visum.

"Namun keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
24 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
28 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved