Batal Batasi Sepeda Motor, Ahok Takut Kehilangan Suara
Rabu, 04 Mei 2016 - 02:07 WIB
Batal Batasi Sepeda Motor, Ahok Takut Kehilangan Suara
A
A
A
JAKARTA - Batalnya Pemprov DKI memberlakukan pembatasan sepeda motor di Jalan Sudirman - Thamrin ditengarai karena ada ketakutan kalau Basuki T Purnama (Ahok) kehilangan suara dalam Pilgub DKI 2017 mendatang.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Sereida Tambunan menilai batalnya pembatasan kendaraan roda dua merupakan cermin dari tidak siapnya Pemprov DKI meningkatkan pelayanan transportasi.
Untuk itu, dia meminta agar disisa kepemimpinannya, Ahok lebih fokus dalam penataan transportasi ketimbang menggusur tanpa ada unsur kemanusiaan. (Baca: Siap-siap, Sepeda Motor Akan Dilarang Melintas Thamrin hingga Sudirman)
Politisi PDI Perjuangan itu mengakui bila mengurai kemacetan itu tidak mudah dan kebijakanya sulit terlihat sebagai pencitraan. Berbeda dengan penggusuran yang terlihat jelas dan nyata di lapangan.
Namun, sebagai seorang pemimpin yang memiliki kepentingan untuk mempermudah warganya berfasilitas, tidak mungkin membiarkan masalah kemacetan semakin bertambah parah. (Baca: Damprat Anak Buah, Ahok Tuding Rustam Berpihak ke Yusril)
Sereida menegaskan, prioritas transportasi massal semakin dikesampingkan ketika Ahok menghapus kawasan 3 in 1 dan memilih membangun jalan layang semangi.
"Kenapa tidak buat bangun ERP ketimbang menunggu lelang investasi. Motor mau dibatasi, enggak mungkin. Dia (Ahok) mau kehilangan suara nanti," ujarnya, Selasa (3/5/2016).
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Sereida Tambunan menilai batalnya pembatasan kendaraan roda dua merupakan cermin dari tidak siapnya Pemprov DKI meningkatkan pelayanan transportasi.
Untuk itu, dia meminta agar disisa kepemimpinannya, Ahok lebih fokus dalam penataan transportasi ketimbang menggusur tanpa ada unsur kemanusiaan. (Baca: Siap-siap, Sepeda Motor Akan Dilarang Melintas Thamrin hingga Sudirman)
Politisi PDI Perjuangan itu mengakui bila mengurai kemacetan itu tidak mudah dan kebijakanya sulit terlihat sebagai pencitraan. Berbeda dengan penggusuran yang terlihat jelas dan nyata di lapangan.
Namun, sebagai seorang pemimpin yang memiliki kepentingan untuk mempermudah warganya berfasilitas, tidak mungkin membiarkan masalah kemacetan semakin bertambah parah. (Baca: Damprat Anak Buah, Ahok Tuding Rustam Berpihak ke Yusril)
Sereida menegaskan, prioritas transportasi massal semakin dikesampingkan ketika Ahok menghapus kawasan 3 in 1 dan memilih membangun jalan layang semangi.
"Kenapa tidak buat bangun ERP ketimbang menunggu lelang investasi. Motor mau dibatasi, enggak mungkin. Dia (Ahok) mau kehilangan suara nanti," ujarnya, Selasa (3/5/2016).
(ysw)