Penertiban Luar Batang Hanya Akal-akalan Pemprov DKI

Selasa, 19 April 2016 - 03:08 WIB
Penertiban Luar Batang...
Penertiban Luar Batang Hanya Akal-akalan Pemprov DKI
A A A
JAKARTA - Sekretaris Masjid Luar Batang, Mansur Amin menilai alasan revitalisasi dan pembangunan plaza di masjid, hanyalah akal-akalan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Terlebih, dirinya melihatnya penertiban di kawasan ini hanya akan membuka akses ke kawasan reklamasi di Teluk Jakarta.

"Jarak luar batang ke pulau G kan hanya beberapa kilo, jadi kalau alasanya hanya penertiban dan pembangunan plaza itu bohong, ini hanya akan membuat jalan ke kawasan reklamasi," tutur Mansur saat dihubungi SINDO, Senin (18/4/2016).

Karenanya, ia tidak setuju dengan rencana penggusuran ini. Termasuk soal meratakan bangunan milik masyarakat yang saat ini telah bersertifikat. Pasalnya, dalam sejarahnya, seperti yang tulis Adolf Heiken, kawasan perkampungan luar batang merupakan milik warga, setelah di abad 17 lalu, Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus menyerahkan sebagian tanah masjidnya kepada warga.

"Artinya dengan kata lain antara masjid dan pemukiman saling terikat. Ada kesatuan yang tak bisa dilepaskan. Jadi bagaimanapun juga masjid akan tetap membela warga," jelasnya.

Termasuk, soal keberadaan sertifikat yang merupakan bukti kuat kepemilikan tanah. Menurut Mansyur, sebagian besar warga di sana telah memiliki sertifikat, dan saat ini tengah di bawa oleh Yusril Ihza Mahendra, yang menjadi kuasa hukum warga luar batang.

"Memang ada beberapa yang tidak memiliki sertifikat. Namun hal itu tidak bisa di jadi acuan. Bagaimanapun sesuai dengan Undang-undang Agraria tahun 1958, warga yang telah mendiami 20 tahun punya hak mendapatkan tanah," cetusnya.

Saat ini, Mansur mengatakan kondisi Luar Batang masih terkendali sekalipun propaganda penolakan penggusuran kawasan muncul di sejumlah sudut kampung.

Adanya kericuhan kecil saat sejumlah petugas satpol pp kecamatan Penjaringan mencoba melakukan pembongkaran jembatan penghubung, merupakan bukti bahwa warga masih tidak setuju dengan rencana revitalisasi. "Kalo memang setuju, ngapain kita cape-cape ribut dengan petugas," jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
39 menit yang lalu
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
50 menit yang lalu
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
1 jam yang lalu
Oknum Polisi di Jateng...
Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba
2 jam yang lalu
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
2 jam yang lalu
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
13 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved